News Feed

Hari Bumi 2025: Edukasi tentang Sampah, Bencana, dan Ketahanan Pangan Jadi Sorotan

satuwarta.id – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, berbagai komunitas dan instansi menggelar Festival Hari Bumi 2025 di Yayasan Hijau Daun Mandiri, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, Sabtu (3/5/2025). Kegiatan ini dikemas dalam bentuk diskusi yang mengangkat isu terkait pengelolaan sampah, penanggulangan bencana, dan ketahanan pangan.

Diskusi berlangsung aktif dengan partisipasi antusias dari peserta. Para narasumber berasal dari berbagai instansi, di antaranya Yayasan Hijau Daun Mandiri, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, serta Pegadaian Cabang Kediri.

Dalam pemaparannya, Kepala DLHKP Kota Kediri Imam Muttakin melalui Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda Ridwan Salimin, menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Meski tergolong kota kecil, Kota Kediri menghasilkan rata-rata 185 ton sampah per hari. Dari jumlah itu, hanya 25 ton yang kita diolah, sementara sisanya 160 ton dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok,” jelas Ridwan.

Pihaknya menambahkan, saat ini TPA Klotok hampir mencapai kapasitas maksimal, sehingga pengelolaan sampah fokus Pemkot Kediri. Sebagai langkahnya, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2023 guna mendorong pengurangan volume sampah secara berkelanjutan.

Diskusi juga diwarnai tanya-jawab dari peserta, salah satunya Nuning, perwakilan Bank Sampah Melati. Ia mempertanyakan penegakan hukum terhadap warga yang membuang sampah di sungai.

Menanggapi hal itu, Ridwan menjelaskan, ada peraturan daerah yang mengatur sanksi bagi pelanggar, yakni denda sebesar Rp250 ribu atau sanksi sosial berupa menyapu jalan sepanjang 1 kilometer. Namun, ia mengakui bahwa implementasi peraturan tersebut masih terkendala karena belum adanya petunjuk teknis yang jelas.

Di sisi lain, Kepala BPBD Kota Kediri Joko Arianto melalui Operator Pusdalops Ahmad Fatoni menekankan, pentingnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana lingkungan, terutama banjir akibat saluran air yang tersumbat sampah.

“Kami berharap Festival Hari Bumi ini dapat menjadi momen refleksi agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dalam membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Kediri Moh. Ridwan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Agus Fatoni Tohari memaparkan, ketahanan pangan menjadi fokus penting. Salah satu program yang tengah dijalankan adalah Pekarangan Pangan Lestari, yang menitikberatkan pada pengelolaan pangan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Program ini menjadi solusi menjaga ketahanan pangan di tengah menyusutnya luas lahan pertanian yang kini tinggal 1.600 hektar,” kata Agus.

Pihaknya juga menyoroti pentingnya mengurangi penggunaan pupuk kimia sintetis, terutama bagi petani konvensional, karena penggunaan jangka panjang berdampak pada penurunan kualitas tanah.

“Karena jika dikaitkan dengan hari bumi ini, kita harus mengurangi degradasi tanah. Apalagi tanah di Kota Kediri ini kualitasnya sudah menurun,” ajaknya.

Terpisah, Pemilik Yayasan Hijau Daun Mandiri Endang Pertiwi menjelaskan, selain diskusi, kegiatan Festival Hari Bumi 2025 ini juga diisi dengan nonton bareng film Laskardowo, Pasar Zero Waste, dan konser lingkungan.

“Masing-masing tujuanny adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa sekarang sampah itu perlu dikelola, diolah, dan dikurangi,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close