Gubernur Jatim Pimpin Upacara Pembaretan Ratusan Siswa SMA Taruna

satuwarta.id – Ratusan siswa SMA Taruna, yang terdiri dari 152 siswa SMAN Taruna Nala, 274 siswa SMAN 3 Taruna Angkasa, 238 siswa SMAN 2 Taruna Bhayangkara, dan 107 siswa SMAN 1 Taruna Madani, menjalani upacara pembaretan.
Digelar di Lapangan Brigade Infanteri Mekanis. 16 Wirayudha Kediri, upacara pembaretan dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai inspektur upacara.
Dalam amanatnya, Gubernur Khofifah menyampaikan, pembaretan ini menjadi awal pembangunan cikal bakal Generasi Emas menuju Indonesia 2045. Karena itu, ia berharap para taruna-taruni dan para pendidik di SMA Taruna se-Jatim saling bersinergi mewujudkan pendidikan karakter yang mumpuni.
“Inilah anak-anak yang kita persiapkan menjadi Generasi Emas ketika Indonesia memasuki Indonesia Emas 2045. Indonesia harus terjaga karakter bangsanya melalui karakter masyarakatnya. Ini dimulai dengan menjaga karakter putra-putri didiknya,” ungkapnya.
Upacara pembaretan diawali dengan penyiraman Air Bunga oleh Gubernur Jatim.
Yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelepasan topi rimba baru kemudian pemasangan baret kepada perwakilan taruna-taruni. Melengkapi prosesi sakral tersebut, para taruna-taruni se Jatim juga membacakan ikrar SMA Taruna Jawa Timur.
Lebih lanjut dijelaskan Gubernur Jatim, keberadaan SMA Taruna Jatim telah menghasilkan siswa dengan prestasi akademik dengan karakter wawasan kebangsaan, bela negara, cinta tanah air dan kedisiplinan yang tinggi.
“SMA Taruna ini memiliki academic achievement yang luar biasa. Bahkan bisa menjadi referensi bagi provinsi-provinsi yang lain. Dan kita harapkan para taruna bisa menjadi speaker NKRI, menjaga NKRI, menguatkan NKRI, dan membangun harkat martabat bangsa di mata dunia,” tandasnya.
Gubernur Jatim percaya dari SMA Taruna ini akan lahir SDM unggul dengan karakter kuat, berjiwa kepemimpinan, solidaritas, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian serta religiusitas.
“Ruh spiritualitas akan menjadi pondasi bagaimana kita bergerak, berjuang, mewujudkan cita-cita. Semuanya akan kembali didasari ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya. tam



