Gencarkan Smart Farming, Ini Skill Pilot Drone Pertanian Dibutuhkan Mas Dhito

satuwarta.id – Di masa kepemimpinan Mas Dhito, Kabupaten Kediri serius mewujudkan smart farming. Hal ini terlihat dari programnya disektor pertanian. Yakni mencari dua pilot drone khusus untuk pertanian. Pilot drone ini bertugas untuk menyemprotkan pupuk cair ke lahan menggunakan drone.
Pencarian pilot drone melalui seleksi terbuka yang digelar oleh Dinas pertanian dan perkebunan (Dispertabun). Mereka yang lolos seleksi akan melakukan kontrak kerja dengan Hasana Drone selama 1 tahun. Dimana tiap orang diberi target melakukan penyemprotan 2.000 hektar lahan. “Setiap bulannya, operator tersebut akan diberikan gaji dan begitu target telah tercapai, drone akan menjadi milik yang bersangkutan,” ungkapnya.
Menurut Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertamian Dispertabun Kabupaten Kediri Arahayu Setyo Adi ada sejumlah skill yang diharapkan dimiliki para petani milenial yang mendaftar.
1.Skill teknis untuk mengoperasikan drone. Karena tugas utama petani milenial yang terpilih adalah menjadi operator drone. Berbeda dari drone biasa untuk dokumentas, drone untuk pertanian berukuran besar. Karena itu mereka yang mendaftar setidaknya sudah pernah menjalani pelatihan mengoperasikan drone.
2.Skill komunikasi. Selain melakukan penyemprotan dengan menggunakan drone, petani milenial juga memiliki tugas sampingan untuk mengenalkan alih teknologi kepada petani lain. Mereka juga harus meyakinkan kelebihan menggunakan drone daripada menggunakan semprot konvensional.
3.Skill social media. Setidaknya memiliki Instagram. Karena nanti setelah mandiri, bisa mempromosikan diri sendiri, “Selain kami juga akan memperkenalkan pada masyarakat,” tukas Adi, sapaan akrabnya.
Diharapkan selain penggunaan drone, petani juga memanfaatkan digitalisasi disektor pertanian. “Orientasi nya semua digitalisasi dan ini sedang berjalan. Dengan semakin luasnya smart farming, harapannya bagi petani lebih efisien, kedepan jumlah petani sepuh berkurang. Petani muda harus menarik generasi muda untuk terjun ke pertanian. Potensi Kediri terbesar ada di pertanian.Sayang jika pertanian masih konvensional, ” tambahnya lagi. (tam)



