NEWS

Dukung Program Pemprov Jatim, Universitas Kadiri Buka Fakultas Kedokteran Gigi

satuwarta.id – Sebagai ungkapan wujud rasa syukur atas keberhasilan mendirikan Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Kadiri menggelar pertunjukan wayang kulit dan bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di halaman kampus.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Sudanco Supriyadi (YPSS) Walisongo Kediri Heru Marwanto mengatakan, kehadiran Program Studi S1 Kedokteran Gigi dan Profesi Kedokteran Gigi tersebut tak lepas dari rangkaian program Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan minat mahasiswa baru di bidang kesehatan.

Menurutnya, pembukaan fakultas baru harus didasari adanya fasilitas prasarana yang sesuai dengan standar minimal. Sehingga dalam jangka waktu ke depan target dari program tersebut dapat dicapai.

“Target kita 17 untuk mahasiswa awalnya. Karena disesuaikan dengan rasio dan dosen. Kita berharap nantinya bisa menghasilkan lulusan sarjana yang berkualitas. Tiga tahun ke depan kita harus memiliki rumah sakit bedah dan gigi,” paparnya, Selasa (21/11/2023).

Diketahui, Kota Kediri saat ini memiliki dua fakultas kedokteran gigi. Hal itu dapat dilihat bahwa pendidikan profesi kedokteran menjadi salah satu bidang yang diminati bagi mahasiswa.

Oleh karena itu, Heru menuturkan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas perlu adanya upaya dalam meningkatkan metode pembelajaran. Seperti halnya didukung dosen berkompeten, standarisasi sarana dan prasarana, serta mahasiswa yang memiliki etika tinggi.

“Kita tinggal memikirkan bagaimana caranya menghasilkan lulusan yang memiliki etika profesional tinggi supaya bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Sementara, Rektor Universitas Kadiri Djoko Rahardjo menjelaskan pemilihan pertunjukan wayang kulit selain mengandung makna budaya yang tinggi, falsafah kehidupan serta suri tauladan.

Hal itu senada dengan judul pagelaran yang mengusung lakon “Mbangun Candi Sapto Argo” yang bermakna membangun sebuah perguruan, diharapkan memunculkan suatu sifat yang dapat mensejahterakan masyarakat.

“Wayang kulit menjadi perwujudan harapan dan doa. Artinya, ini adalah ungkapan kami dalam mensyukuri keberhasilan yang diperoleh sejak tahun 1980 hingga 2023,” imbuhnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close