DP3AP2KB Kota Kediri Fasilitasi Kepulangan Anak Korban Eksploitasi ke Daerah Asal

satuwarta.id – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) memfasilitasi kepulangan TW, korban eksploitasi atau perdagangan anak kembali ke daerah asalnya di Bandung, Senin, (30/8/2021).
Sebagai informasi, TW tersandung kasus perdagangan anak, yang terkait dengan kasus pembunuhan di Hotel Lotus beberapa bulan silam. Selama berada di Kediri TW mendapatkan bimbingan dan pemulihan di rumah aman Pemerintah Kota Kediri.
“Anak tersebut setelah kasusnya ditangani oleh aparat penegak hukum memang tidak diperbolehkan pulang ke Bandung karena dibutuhkan sewaktu-waktu selama proses hukum berjalan”, ungkap Fera Ayu Delima Koordinator Rumah Aman, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Pemerintah Kota Kediri, Selasa, (31/8/2021).
Fera menyebutkan, setelah TW mendapatkan pemulihan di rumah aman, ia menunjukkan perubahan mental spiritual yang luar biasa.
“Jika sebelum kasusnya dibongkar kepolisian dia tidak pernah melakukan kegiatan kegiatan religius, setelah dibina oleh para pendamping di rumah aman, yang bersangkutan aktif menjalankan ibadah sehari hari dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatannya dimasa masa lalu,”terang Fera.
Fera menyebutkan bahwa selama tinggal di rumah aman sejak Maret lalu, ia aktif melakukan kegiatan bersama ketiga orang temannya yang juga melakukan pemulihan di rumah aman tersebut.
“Mereka aktif melakukan kegiatan-kegiatan positif selama menjalani pemulihan seperti membuat ketrampilan, bercocok tanam, dan sebagainya bahkan mereka juga sudah mendapatkan vaksin,”pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas P3AP2KB Kota Kediri Sumedi mengatakan bahwa sebagai kota layak anak, sudah menjadi kewajiban untuk memberikan perhatian khusus kepada para anak-anak.
“Bukan hanya tanggung jawab orang tua, anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama sebagai generasi penerus bangsa,” tambah Sumedi, (31/8/2021).
Sumedi juga berpesan, mengajak masyarakat untuk turun berperan serta dalam upaya untuk memberikan perlindungan kepada anak terhadap segala aksi dan tindakan yang membahayakan mereka.
“Ayo kita lindungi anak-anak, karena mereka adalah masa depan kita,”pungkasnya. bby



