NEWS

DLH Kembali Ambil Sampel Air di Ploso Lor Kediri untuk Uji Baku Mutu Pasca Bor 30 Meter

satuwarta.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri kembali melakukan pengambilan sampel air dari 17 titik sumur bor di Dusun Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kamis (19/6/2025).

Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Achmad Saifudin menjelaskan, pengambilan sampel kali ini merupakan yang kedua, untuk memastikan kualitas baku mutu air setelah dilakukan pengeboran sumur sedalam 30 meter.

“Tentunya nanti mengacu pada Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang baku mutu air untuk kebutuhan sanitasi,” kata Udin, saat ditemui di lokasi, Kamis (19/6/2025).

Pihaknya menambahkan, keluhan warga mengenai bau tak sedap serta adanya endapan pada air menjadi alasan utama dilakukan pengambilan sampel lanjutan. Dengan uji laboratorium kali kedua, diharapkan dapat diketahui apakah laporan hasil uji (LHU) telah memenuhi standar baku mutu atau belum.

“Kalau hasil laboratorium menunjukkan tidak melebihi ambang batas, maka air ini bisa dikatakan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun jika melebihi, tentu harus ada tindakan lanjut,” jelasnya.

Sampel air ini akan langsung dikirim ke laboratorium yang sama dengan uji sebelumnya, yakni Graha Mutu Persada. Proses pengujian diperkirakan memerlukan waktu maksimal 14 hari sebelum hasil resmi dikeluarkan.

General Manager PT SGN MKSO Kebun Dhoho Sri Pratomo berharap pengambilan sampel kedua ini kualitas air sudah sesuai standar dan aman untuk digunakan masyarakat. Mengingat membantu pengeboran sumur 30 meter, MKSO Kebun Dhoho juga membantu dalam dropping air bersih setiap harinya ke warga Ploso Lor.

“Semoga hasilnya nanti menunjukkan air yang layak pakai, khususnya untuk kebutuhan sehari-hari warga,” harap Sri Pratomo.

Adapun, sebelumnya DLH Kabupaten Kediri juga telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Namun, hingga saat ini belum dapat disimpulkan bahwa blotong menjadi sumber pencemaran karena membutuhkan kajian yang lebih mendalam.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close