PENDIDIKAN

Diskusi Bersama Evaluasi – Strategi Pendidikan Kabupaten Kediri

satuwarta.id – Pendidikan memiliki peranan penting dalam pembangunan dan kemajuan suatu daerah. Masih dalam peringatan hari pendidikan nasional, digelar sarasehan refleksi pendidikan Kabupaten Kediri, Rabu (15/05/2024).

Dalam sarasehan yang diikuti para guru serta berbagai elemen dunia pendidikan Kabupaten Kediri, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, serta media tersebut dibahas bersama sejumlah evaluasi dan strategi memajukan kualitas pendidikan di Kabupaten Kediri.

“Kita ingin menyampaikan profil pendidikan Kabupaten Kediri seperti apa, capaian-capaian yang sudah diraih. Kemudian hambatan serta kendala yang ada,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin.

Ia mengungkapkan dalam masa pemerintahan Mas Dhito, Kabupaten Kediri terus berupaya menekan angka putus sekolah. Pada tahun sebelumnya masih terdapat kurang lebih 5385 anak putus sekolah.

Sebagian diantaranya telah kembali menempuh pendidikan, baik pada lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non-formal. “Ini menjadi komitmen Mas Bupati. Di tahun ini masih ada sisa yang juga tidak sedikit sekitar 3.600 an. Di 2024 kita akan lakukan secara masif agar anak-anak putus sekolah ini sudah masuk kembali satuan pendidikan,” tambahnya.

Salah satunya langkah yang diambil diantaranya adalah melalui program kesetaraan inovatif, dimana anak-anak putus sekolah masuk dalam program kesetaraan sesuai dengan hobinya, sesuai apa yang disenangi di komunitas mereka. “Jadi menjadi komunitas belajar,” jelasnya.

Menurutnya refleksi pendidikan tersebut tidak hanya membahas kelemahan dan kekurangan, tapi bagaimana capaian yang sudah didapatkan kedepan diharapkan bisa terus ditingkatkan dan dikembangkan dengan inovasi dan kreativitas.
“Alhamdulillah banyak masukan dan energi dari teman-teman yang hadir, ” ucap Muhsin.

Sarasehan Refleksi Pendidikan Kabupaten Kediri menghadirkan sejumlah narasumber. Salah satunya adalah guru besar bidang studi pendidikan bahasa Universitas Negeri Malang
Prof Dr Moh. Ainin MPd. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan aspek mikro dan makro, perlu diperhatikan dalam dunia pendidikan.

Pada aspek mikro, input dan output harus sinkron. “Inputnya harus dengan baik. Ditata dengan baik, proses juga baik, nanti lulusannya, outputnya juga akan menghasilkan lulusan baik,” tuturnya.

Sementara dari aspek makro, peran dan kesadaran orang tua terhadap pendidikan anak harus kuat, agar anak di sekolah, sadar akan sekolah, disiplin di sekolah, kemudian anak punya minat dan semangat di sekolah.

“Belajarnya juga semangat, kalau orang tuanya tidak punya peran aktif, maka jadi pasif. Dan itu hidupnya anak itu kan paling banyak dengan orang tua, karena itu keluarga itu pendidikan pertama. Dan tidak hanya cukup di sekolah saja, tapi orang tua harus memperhatikan pendidikan anaknya,” tegasnya.

Turut hadir sebagai narasumber Direktur Radar Kediri Kurniawan Muhammad dan LSM SUAR Sanusi. tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close