Pemkab Kediri Bakal Distribusikan 21 Ribu Vaksin PMK

satuwarta.id – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Kediri kian masih terus menjangkit hewan ternak sapi. Mengatasi hal itu, Pemerintah Kabupaten Kediri bakal mendistribusikan 21.000 dosis vaksin PMK pada Februari 2025.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyampaikan, dosis vaksin itu akan diberikan karena adanya pengadaan vaksin dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur yang diprediksi akan tiba pada pekan depan.
“Insya Allah 10 Februari nanti kami kembali mendapatkan 21 ribu dosis vaksin,” kata Tutik, Senin (3/2/2025).
Menurut Tutik, puluhan dosis vaksin tersebut rencananya akan diprioritaskan terhadap hewan ternak yang masih terjangkit PMK, termasuk membuat sistem plotting di 26 kecamatan. Mengingat populasi hewan sapi potong di Kabupaten Kediri kini telah mencapai 200 ribu dan 10 ribu sapi perah.
Pun demikian, sehubungan dengan keterbatasan stok dosis vaksin, Tutik mengatakan jika vaksinasi tersebut akan diprioritaskan terhadap peternak kecil menengah. Sedangkan, peternak dengan kepemilikan perusahaan besar, pihaknya menyarankan untuk melakukan vaksinasi secara mandiri.
“Kalau dilakukan secara serentak sepertinya masih kurang. Maka kami prioritaskan pada peternak menengah kecil terutama sapi potong yang belum pernah divaksin dan yang masih terjangkit,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemkab Kediri telah memberikan vaksinasi PMK sebanyak 2.500 dosis pada tahap pertama dan sekitar 7.050 dosis tahap kedua.
Selain itu, meski pasar hewan di Kabupaten Kediri telah dibuka kembali setelah dilakukan penutupan sejak 14-28 Januari 2025, Tutik menegaskan hingga saat ini terus mengimbau para peternak untuk aktif melakukan penyemprotan desinfektan kandang hewan.
Imbauan tersebut dimaksudkan sebagai upaya menekan penyebaran virus PMK. Mengingat salah satu penyebaran PMK disebabkan banyaknya aktivitas lalu lintas pengangkutan hewan ternak, baik ke pasar hewan maupun pengiriman luar kota.
“Ini kalau tidak hati-hati dalam penanganan bisa juga menjadi faktor penyebar,” imbaunya.
Adapun, berdasarkan data pada akhir Januari 2025, persebaran PMK di Kabupaten Kediri menunjukkan dari total 1.091 kasus, 200 diantaranya dinyatakan sembuh, 850 ekor masih terjangkit, dan 41 ekor sapi meninggal.ind



