News Feed

Pemilihan Putra Putri Batik Kabupaten Kediri 2024, Tumbuhkan Kecintaan Generasi Muda Pada Wastra Kediri

satuwarta.id – Keberlanjutan dan kelestarian wastra Kabupaten Kediri tidak bisa dilepaskan dari para generasi muda. Mendorong generasi muda untuk terus mengenal dan memahami wastra Kabupaten Kediri, terutama Batik, pemilihan Putra Putri Batik Kabupaten Kediri kembali digelar di tahun 2024 ini.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menuturkan Pemilihan Putra Putri Batik Kabupaten Kediri juga sebagai bentuk apresiasi dan upaya pelestarian budaya Kabupaten Kediri.

“Generasi muda diharapkan semakin mencintai, memahami dan turut melestarikan batik (wastra) sebagai identitas dan kekayaan budaya lokal kita,” tutur Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, Sabtu (20/09/2024).

Para peserta tidak hanya memiliki paras dan kepribadian yang menarik tetapi juga memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap batik yang mendalam. “Serta menjadi duta yang dapat membawa batik Kediri ke kancah nasional dan internasional,” tambahnya.

Peserta pemilihan Putra Putri Batik Kabupaten Kediri adalah para generasi muda yang berusia 17-23 tahun. Setidaknya 155 peserta ikut ambil bagian dalam perhelatan kali ini. Dari jumlah tersebut kemudian diseleksi kembali untuk memilih 10 besar (20 peserta putra putri). Mereka yang masuk tahapan ini turut menjalani karantina dan pembekalan.

Di malam Grand Final, dewan juri memilih 10 peserta terbaik (top 5), kemudian mengerucut menjadi top 3. Di malam grand final ini, selain busana yang dikenakan, wawasan dan pengetahuan peserta tentang batik juga turut dinilai.

Setelah melalui penilaian dewan juri, Ahmad Fathan Ainun Nabil dari Kecamatan Ngasem dinobatkan sebagai Putri Batik Kabupaten Kediri 2024, sementara Aisyahna Melati Parnatasari dari Kecamatan Ngasem dinobatkan sebagai Putri Batik.

“Ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kepada generasi muda, remaja, supaya mencintai karya-karya dari Kabupaten Kediri. Para generasi muda diharapkan bisa turut mempromosikan karya dari Kabupaten Kediri,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo.

Apalagi dalam tiga tahun terakhir, selama masa pemerintahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Kabupaten Kediri mulai memiliki corak atau motif wastra khas yakni Gringsing, Dahanapura (Lidah Api), Padma Anindya (Bunga Teratai) serta yang terbaru juga inovasi wastra tenun Wikara serta re-desain Batik Panji.

“Mudah-mudahan ini bisa dicintai oleh generasi muda serta dikembangkan ke masyarakat luas,” pungkasnya. tam

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close