News Feed

Polisi Tegaskan Tidak Ada Peredaran Tabung Oksigen Palsu di Tulungagung

satuwarta.id – Polda Jatim menegaskan tidak ada oksigen palsu yang beredar di Tulungagung.

Dalam keterangannya, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menegaskan oksigen yang digunakan untuk ikan adalah oksigen asli, namun dengan kadar 21 dan 22 persen sehingga membuat ikan koi mati.

Terkait kabar itu sendiri, telah dilakukan penyelidikan bersama oleh Tim dari satreskrim Polres Tulungagung, satreskrim Polres Pacitan dan di back up Ditreskrimsus Polda Jatim.”Barang bukti yang diamankan ada tabung gas ukuran enam meter kubik dan tabung gas satu meter kubik,” tambah Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (23/7/2021) pagi.

Kombes Pol Farman menceritakan dalam tangki ukuran enam meter kubik, yang selanjutnya digunakan oleh penjual ikan untuk diisi ke plastik dan menyebabkan ikan koi mati itu benar-benar masih berisi oksigen. Namun dengan kadar berbeda.

“Setelah dilakukan pengecekan, bahwa dalam tangki tersebut ada kandungan oksigen dengan kadar 21,13 dan yang satu lagi 22,68. Artinya bahwa tabung oksigen atau oksigen dalam tabung oksigen tersebut bukan oksigen palsu,” jelas Farman.

Biasanya para petani ikan koi dalam mengirim ikan menggunakan oksigen yang digunakan untuk medis dengan kadar 99,5. Namun dengan oksigen yang diisikan dalam plastik oksigen hanya memiliki kadar 22,68, ikan-ikan yang didalamnya pun mati lemas.

“Namun kadar oksigen yang ada didalam tabung ukuran enam meter kubik tersebut dan digunakan untuk ikan koi, tidak memenuhi standard 99,5 persen yang biasanya digunakan untuk medis,” tambahnya.

Tabung-tabung itu sendiri berasal dari pengisian BPBD Pacitan, yang awalnya akan digunakan mengatasi kelangkaan oksigen. Setelah dilakukan pemeriksaan baik dari RSUD dan Puskesmas terhadap pasien yang menggunakan 32 plus lima tabung oksigen berisi 21 sampai 22 persen tidak ada yang berdampak karena tabung tersebut masih berisi oksigen meski kadarnya tidak terlalu tinggi.

“Hasil dari penyelidikan di BPBD Pacitan, dari 32 plus lima tabung besar yang sudah diisi di BPBD. Sudah digunakan di RSUD maupun di Puskesmas,” tutur Kombes Pol Farman. bby

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close