NEWS

Didampingi Bupati Dhito, Kepala BPOM Resmikan 8 Balai dan 3 Loka

satuwarta.id – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito meresmikan delapan 8 Balai dan 3 Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM). Acara peresmian yang dilakukan terpusat di Pendopo Panjalu Jayati tersebut didampingi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Penny (sapaannya) menyampaikan peran Balai POM yaitu melakukan pendampingan di bidang usaha, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, Kediri menjadi salah satu wilayah yang akan dibangun dengan fasilitas dan sumber daya manusia lebih lengkap.

“Hari ini kita meresmikan 8 Balai POM. Setelah tadi melihat pameran, bangga melihat Kediri banyak sekali bahan baku yang dapat dikembangkan, seperti bahan pangan dan kosmetik. Alhamdulillah, UMKM-nya sedang berkembang,” katanya, Selasa (24/10/2023).

Peresmian delapan balai POM tersebut yakni Kabupaten Kediri, Tangerang, Tasikmalaya, Bogor, Surakarta, Jember, Palopo, dan Kota Payakumbuh di Provinsi Sumatra Barat.

Saat ini BPOM telah diperkuat oleh lembaga unit-unit pelaksana teknis di setiap wilayah. Sebanyak 40 kota/kabupaten yang sebelumnya masih berbentuk Loka tengah proses dilakukan peningkatan menjadi balai.

Pihaknya menyebut dalam pembangunan balai diperlukan lahan yang luas. Hal itu agar fungsi BPOM untuk pengawasan, pengendalian, dan penegakan hukum dapat berjalan optimal. Menurutnya, obat dan makanan menjadi bagian esensial.

“Tugas kita bersama untuk memastikan obat dan konsumsi masyarakat dengan aman dan berkualitas. Jadi, perlu adanya tindaklanjut yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, dalam menjangkau peningkatan balai, perlu adanya kolaborasi intensif sebagai otoritas dan tanggung jawab pemerintah daerah.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Pihaknya menyebut saat ini sedang mencari beberapa opsi sebagai pertimbangan untuk memilih lokasi yang tepat.

“Kami berupaya menyediakan lahan untuk balai POM. Wilayah Kabupaten Kediri saat ini tercatat sebanyak 9.800 UMKM yang telah terdaftar,” urainya, Selasa (24/10/2023).

Mas Dhito, sapaan akrabnya berharap dari UMKM yang telah terdaftar dapat berpartisipasi ketika Bandara di Kediri telah beroperasi. Dengan mengantongi izin dari Balai POM, hal itu dinilai bakal menjadikan harga jual produk akan naik.

“Besar harapan kami, UMKM bisa jadi pahlawan pendapatan asli daerah,” tandasnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close