Deflasi Berkelanjutan, Daerah Bisa Ditinggalkan Investor
satuwarta.id – Setelah terjadi pada bulan Juni hingga Agustus, di bulan September kota Kediri kembali mengalami deflasi. Jika pada bulan Agustus deflasi berada di angka 0,08 persen, maka di bulan September menjadi 0,09 persen.
Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Kadiri Dr. Nisa Mutiara, S.Sos., MSi menghimbau kondisi tersebut disikapi dengan kewaspadaan. Baik dari pelaku usaha ataupun pemerintah.
“Jangan sampai kita lengah. Harus diusahakan naik lagi agar tidak menyebabkan kerugian. Untu perdagangan contohnya harga barang dulu 100 ribu, sekarang dijual 50 ribu akan menjadikan perusahaan merugi, otomatis dengan perusahaan yang rugi, yang ditakutkan adalah PHK, ” tutur Dr. Nisa
Sementara bagi pemerintah dengan adanya deflasi maka penerimaan pajak akan berkurang. Begitu juga dengan daya tarik kota tersebut di mata investor.
” Orang cenderung tidak investasi karena tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Dengan tidak menarik bagi investor, tidak adanya investor masuk, maka tidak ada pembukaan lapangan kerja baru, ” ujar Dr. Nisa lagi.
Dr. Nisa mengatakan perlu dilakukan langkah-langkah khusus untuk mencegah terjadinya deflasi kembali terjadi, terutama untuk pelaku usaha. bby



