BERITA PILIHANNEWSPOLITIK

Debat Publik Terakhir, Kedua Paslon Pilkada Kediri 2024 Pertajam Visi – Misi Sejahterakan Kediri

satuwarta.id – Kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri memaparkan ide, gagasan dan inovasi mereka untuk masa depan Kabupaten Kediri dalam debat publik Pilkada Kediri 2024 edisi pamungkas. Debat publik Pilkada Kediri 2024 tersebut digelar oleh KPU Kabupaten Kediri dan berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Kamis, (15/11/2024) malam.

Untuk tema debat publik kali ini adalah terkait penyelarasan pembangunan pusat dan daerah, dengan sub tema adalah infrastruktur dan ketahanan pangan. Lalu tema kedua memperkokoh persatuan dan kecintaan pada NKRI.

Sedangkan tema ketiga adalah penyelesaian persoalan daerah dengan sub tema pendidikan – pembangunan manusia – kebudayaan. Lalu ada dari BNN terkait komitmen masing-masing paslon, dalam menanggulangi dan mencegah narkoba. “Jadi ada 5 pertanyaan dari panelis dan 1 dari BNN,” tutur Ketua KPU Kabupaten Kediri Nanang Qosim.

Kedua paslon yakni paslon nomor urut 1 Deny Widyanarko – Mudawamah dan paslon nomor urut 2 Hanindhito Himawan Pramana – Dewi Mariya Ulfa dalam kesempatan tersebut memaparkan dengan antusias visi, misi, serta program unggulan mereka sesuai dengan tema atau pertanyaan yang muncul.

Seperti terkait penanganan disparitas pendidikan yang ada di Kabupaten Kediri. Deny Widyanarko dan Mudawamah menyebutkan perlu dilakukan peningkatan pelayanan dasar berkualitas di sektor pendidikan.

Hal itu bisa dilakukan melalui program pemerataan layanan pendidikan secara merata, lalu program sekolah gratis, beasiswa, penguatan pendidikan karakter, peningkatan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan guru-guru -pegawai tidak tetap baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta terutama yang ada di pinggiran yang ada di kabupaten negeri.

“Kemudian pemenuhan dan perbaikan sarana dan prasarana sekolah, kemudian juga bantuan kelembagaan terutama untuk pondok pesantren,” jelas Mudawamah.

Sementara Mas Dhito, sapaan akrab calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, menitikberatkan pada penambahan jumlah sekolah dan kelas, upgrade ilmu dan kesejahteraan guru, beasiswa, layanan inklusi serta memudahkan penerimaan siswa baru melalui jalur afirmasi.

Penambahan sekolah kelas baru itu antara lain dua sekolah baru di tingkat SMP, yakni SMP 2 Ngasem dan SMP 3 Mojo. Kemudian 10 ruang kelas baru di sekolah-sekolah yang ada di daerah pinggiran, dua SMK Canda Bhirawa di Ngancar dan Ringinrejo.

“Hari ini sedang proses di provinsi agar bisa menjadi SMK negeri dan nantinya bisa digunakan untuk warga yang ada di Kabupaten Kediri,” tuturnya.

Untuk zonasi yang masih membuat beberapa warga di pinggiran terkendala, Mas Dhito mempersiapkan jalur afirmasi untuk masyarakat tidak mampu. Mas Dhito juga menjelaskan terkait layanan inklusif di 153 lembaga dan sudah melayani 244 anak berkebutuhan khusus yang didampingi 208 guru.

“Yang tidak kalah penting lagi, kami selalu mengupayakan kesejahteraan guru-guru yang ada Jadi terkadang kita lupa hanya menyiapkan sarana dan prasarananya, tapi kita tidak mengupgrade guru-gurunya. Maka mengupgrade guru-guru di sekolah-sekolah yang ada itu menjadi sangat penting sekali,” tegasnya.

Sementara itu, Mas Dhito juga memaparkan terkait beasiswa pendidikan bagi para pelajar terutama mereka yang ada di daerah pinggiran mencapai Rp103,9 miliar. Sebagai penutup, Mas Dhito menegaskan harapan lama sekolah (HLS) anak di Kabupaten Kediri juga semakin meningkat. “HLS Kabupaten Kediri hari ini ada di angka 13,62 itu di atas rata-rata nasional yang hari ini di 13,12, pungkasnya.

Pelaksanaan debat sendiri berjalan lancar dan kondusif. Sampai segmen terakhir, yakni segmen keenam masing-masing pasangan calon mampu memaparkan visi-visi program kerjanya.

Di akhir debat, kedua paslon bersama komisioner KPU dan para panelis bersama-sama turut menyanyikan lagu kebangsaan.

Ketua KPU Kabupaten Kediri Nanang Qosim turut mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024. Nanang juga menuturkan bahwa saat pemilihan, perbedaan pilihan hal yang lumrah. Namun perdamaian harus tetap dijaga.

“Kontestasi pasti terjadi dalam pemilihan kepala daerah. Tapi setelah pemilihan daerah nanti berakhir kita kembali menjadi anak bangsa. Kita kembali menjadi warga kabupaten Kediri dan kita membangun Kediri bersama-sama,” pungkas Nanang Qosim. tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close