
satuwarta.id – Sejak pemberlakuan satu harga minyak goreng (migor), keberadaan minyak goreng selalu jadi buruan. Di sejumlah supermarket di Kota Kediri, minyak goreng dalam kemasan yang baru ditata di rak langsung ludes dibeli.
Menghindari kerumunan pembeli dan juga potensi penimbunan, salah satu supermarket di Kota Kediri mewajibkan para pembeli minyak goreng mencelupkan jari tangan di tinta, seperti saat pemilihan umum.
Bekas tinta itu menjadi penanda konsumen tadi sudah membeli minyak goreng dan baru bisa kembali membeli minyak goreng keesokan harinya.
” Sudah berlaku sejak pekan lalu. Jadi kita tahu kalau mereka sudah beli satu kali. Kalau mau balik lagi besok. Kita menghindari penimbunan juga, ” ujar HRD Manajer Supermarket Samudra Oni Danang Kuncoro, Senin, (31/01/2022).
Oni menambahkan selain mewajibkan pembeli minyak goreng mencelupkan jari ke tinta, untuk mengantisipasi penimbunan dan konsumen berebut pihaknya mengeluarkan stok secara bertahap. ” Tidak langsung kita display semua, agar konsumen juga tidak berjubel, ” tutur Oni.
Oni menambahkan pihaknya setiap hari menyiapkan stok sebanyak 10 karton minyak goreng, tergantung pada kebutuhan masyarakat. Terkait penerapan harga baru minyak goreng, yang menurut rencana akan berlaku besok 1 Februari, pihaknya sudah siap.
” Kita sudah siap sesuai aturan selama harga itu sudah dianjurkan dari pemerintah. Jadi kita usahakan sesuai dengan aturan. Tidak ada masalah, ” pungkas Oni.bby



