News Feed

Parade Budaya Tosaren 2025 Berlangsung Semarak, Hadirkan Ragam Seni dan Budaya Tradisi Kota Kediri

Kediri – Parade Budaya Tosaren 2025 berlangsung meriah. Mengusung tema “Bersatu dalam Keberagaman, Guyub dalam Budaya Mbak Dinamu, Mbak Dinaku”, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November dan menjadi wadah pelestarian budaya masyarakat Kelurahan Tosaren dan sekitarnya.

Parade budaya ini menempuh rute kurang lebih 2,5 kilometer, diikuti total 46 peserta, di mana 40 di antaranya merupakan partisipan dari Kelurahan Tosaren. Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, termasuk undangan dari Kelurahan Tinalan, Pakunden, serta pelaku usaha di wilayah Tosaren.

Sejumlah penampilan seni tradisi turut memeriahkan acara, di antaranya Barongsai dari Klenteng Tjong Hwie Kiong Kota Kediri yang tampil sebagai pembuka, Paguyuban Demang Tirtoyudho, serta kelompok jaranan Rogo Wijoyo yang melibatkan anak-anak dari Kelurahan Tosaren, kreasi Kampung Topeng Pakunden menambah keberagaman atraksi budaya yang disajikan.

Anggota DPRD Kota Kediri Dinayana Kristian menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari jaring aspirasi masyarakat yang menginginkan ruang untuk menampilkan dan melestarikan budaya lokal.

Tahun ini, parade tidak lagi menampilkan drum band seperti dua tahun sebelumnya, melainkan lebih menonjolkan kesenian tradisional dan potensi budaya di lingkungan Tosaren.

“Ini murni aspirasi masyarakat yang ingin menampilkan budaya, khususnya di Kelurahan Tosaren. Ada barongsai, ada paguyuban budaya, juga kelompok jaranan dari anak-anak,” ujar wanita yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Kediri tersebut, Minggu, (07/12/2025).

Mbak Dina , sapaan akrabnya menambahkan, parade ini tidak berbentuk perlombaan, agar setiap lingkungan dapat bebas berkreasi tanpa rasa bersaing satu sama lain.

“Kalau dilombakan nanti bisa menimbulkan persaingan. Jadi kami biarkan semua bebas mengeksplorasi kreativitas masing-masing,” tambahnya.

Parade Budaya Tosaren 2025 diharapkan dapat terus menjadi ajang penguatan kebersamaan, pengembangan kreativitas warga, serta upaya nyata dalam menjaga kelestarian budaya Kota Kediri.

“Ini salah satu upaya kita. Saya sebagai anggota dewan, menampung aspirasi masyarakat
yang berkeinginan untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Kota Kediri,” pungkasnya.

Salah satu penonton bernama Putri, menyambut antusias perhelatan Parade Budaya Tosaren 2025. “Yang ditampilkan bermacam-macam. Mulai dari tradisional ada, modern juga ada. Anak-anak senang sekali bisa melihat aksi barongsai,” ujar wanita yang berprofesi sebagai pedagang tersebut.tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close