Bulan September, Kota Kediri Kembali Alami Deflasi
satuwarta.id – Setelah terjadi pada bulan Juni hingga Agustus, di bulan September kota Kediri kembali mengalami deflasi. Jika pada bulan Agustus deflasi berada di angka 0,08 persen, maka di bulan September menjadi 0,09 persen.
Data Balai Pusat Statistik Kota Kediri menyebutkan, dari indeks kelompok pengeluaran tiga kelompok turut mengalami deflasi yakni kelompok makanan, minuman dan tembakaudeflasi sebesar 0,83 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga deflasi sebesar 0,11 persen lalu kelompok
perawatan pribadi dan jasa lainnya deflasi sebesar 0,10 persen.
Kasi Statistik Distribusi BPJS Kota Kediri Adi Wijaya menuturkan dari kondisi tersebut, salah satu yang dikhawatirkan adalah dampaknya pada pelaku usaha.
“Ketika pelaku usaha sepi omzet, pengunjung berkurang maka pelaku usaha otomatis akan mengambil beberapa pilihan, antara gulung tikar, mengalihkan usaha, dan juga pengurangan pegawai. Dampaknya pengangguran di kota Kediri bisa naik,” tukas Adi.
Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga di kota Kediri pada September 2021, antara lain: cabai rawit, telur ayam ras, sawi hijau, bawang merah, kangkung, semangka, kasur, apel, pir dan daun bawang.
Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, semua kota
mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi sebesar 0,16 persen
dan terendah terjadi di Malang sebesar 0,02 persen. bby



