Edukasi di Ponpes Wali Barokah, FKG UB – IIK Bhakti Wiyata Dorong Kesadaran – Kepedulian Kesehatan Gigi

satuwarta.id – Tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi dan mulut masih tergolong rendah. Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan, dari 10 anak berusia 10–14 tahun, lima di antaranya mengalami karies gigi yang berpotensi menimbulkan gigi berlubang. Namun, hanya sedikit yang rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi.
Kesadaran ini perlu dipupuk sejak dini. Salah satu upaya dilakukan oleh tim dokter mengabdi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) bersama IIK Bhakti Wiyata di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri. Dalam kegiatan tersebut, tim melaksanakan edukasi, sosialisasi, sekaligus pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi para santri dan pengurus pesantren.
“Harapan kami dengan edukasi ini literasi anak-anak, pengetahuan anak-anak tentang kesehatan gigi dan mulut itu bisa meningkat sehingga bisa aware, bisa mendeteksi atau memeriksakan secara dini kesehatan giginya,” ungkap perwakilan FKG UB, Dr. drg. Merlya Balbeid, MMRS, Sabtu (08/11/2025).
Ratusan peserta hadir, terdiri dari santri, siswa dan guru SD Alhasun, serta siswa dan guru SMP-SMA Wali Barokah Boarding School. Merlya menambahkan, “Ini merupakan pencegahan penyakit gigi dan mulut. Jadi awalnya dengan edukasi di tingkat SD, SMP, SMA. Dan hari ini masih kita awali untuk pemeriksaan atau screening, deteksi dini pada gigi anak usia SD. Misalkan ada kasus-kasus yang perlu dirujuk, seperti berlubang atau perlu pencabutan, kami lakukan rujukan.”
Sementara itu, Dekan FKG IIK Bhakta, Dr. Puspa Dila Rohmaniar, drg., M.Kes, menekankan pentingnya kesehatan gigi dan mulut sebagai penopang kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ia menjelaskan bahwa penyakit gigi dapat berkembang menjadi penyakit sistemik yang memengaruhi organ vital lain, seperti paru-paru dan jantung. Sebaliknya, penyakit sistemik juga bisa berdampak pada kesehatan gigi.
“Badannya sehat, tapi kalau ternyata giginya sakit, akhirnya proses belajar juga akan menjadi terganggu. Harapannya dari deteksi dini, kita mendeteksi awal sebelum karies itu berlanjut ke karies yang lebih besar lagi, yang menghasilkan suatu gejala sakit,” jelasnya.
Perwakilan Pondok Pesantren Wali Barokah, Asyhari Eko Prayitno, turut menegaskan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan gigi dan mulut. “Kesehatan gigi hal penting, gerbangnya kesehatan tubuh. Namun kadang-kadang terlewatkan,” pungkasnya. tam



