Ribuan Siswa Berjuang Rebut Kursi di SPMB SMP Tahap Kedua Kabupaten Kediri

satuwarta.id – Sebanyak belasan ribu siswa di Kabupaten Kediri saat ini tengah berjuang mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahap Kedua. Proses seleksi yang mencakup jalur domisili dan mutasi ini masih berlangsung secara ketat sejak Senin (30/6) hingga Rabu (2/7) besok.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menyebutkan, data terbaru menunjukkan ada 168 pendaftar baru, sehingga total keseluruhan pendaftar SPMB baik tahap pertama maupun tahap kedua kini mencapai 13.899 siswa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.674 pendaftar telah terverifikasi dan masuk dalam proses seleksi. Sementara itu, masih ada 216 pendaftar yang belum atau tidak terverifikasi.
Lebih detail dirincikan, dari belasan ribu siswa tersebut sebanyak 7.689 siswa dipastikan telah lolos tahap pertama, yakni jalur prestasi dan afirmasi. Sehingga tersisa sekitar 5.985 siswa yang belum mendapat sekolah di sisa tahap ini (tahap kedua dan tahap ketiga mendatang).
“Ini adalah data (statistik) per hari ini,” kata Muhsin, Selasa (1/7/2025).
Muhsin menambahkan, sebagian dari lima ribuan siswa tersebut merupakan siswa yang belum berhasil lolos pada tahap pertama. Tercatat, ada 2.147 siswa yang tidak diterima pada seleksi sebelumnya dan kini mencoba kembali melalui tahap kedua.
Dari statistik pendaftar SPMB tahap kedua, mereka akan memperebutkan kuota jalur domisili yang diketahui berjumlah 6.014 kursi SMP se-Kabupaten Kediri. Sedangkan untuk jalur mutasi siswa bisa memenuhi kuota di sekolah yang belum terisi penuh.
“Siswa yang belum diterima (pada tahap pertama) bisa mengikuti tahap kedua yaitu jalur domisili maupun mutasi,” jelas Muhsin.
Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri, Sulistyo Budi, turut memantau jalannya proses seleksi pada Selasa (1/7). Ia mencatat bahwa masih ada beberapa sekolah yang belum mencapai kapasitas daya tampungnya.
Contohnya, SMPN 2 Plemahan yang baru terisi sekitar 60 persen dari total kuota 202 siswa. Sementara itu, SMPN 2 Pare telah menerima lebih dari 500 pendaftar, padahal hanya tersedia 360 kursi.
Dengan kondisi ini, Budi mengimbau para orang tua siswa lebih sigap dalam mengambil keputusan, bilamana peluang anak untuk diterima di sekolah yang diincar sudah menipis.
“Sering lihat website SPMB. Begitu putra-putrinya sudah tidak ada peluang masuk, saya berharap orang tua segera mengambil langkah mendaftar ke jalur atau SMP yang lain,” pintanya.
Untuk diketahui, pendaftaran SPMB jalur domisili dan mutasi dibuka mulai 30 Juni dan akan ditutup pada 2 Juli 2025. Hasil seleksi akan diumumkan pada 5 Juli. Bagi siswa yang dinyatakan lolos, proses daftar ulang akan dilaksanakan pada 7 hingga 9 Juli 2025.ind



