Begini Kondisi Pedagang Pasar Kras Jelang Nataru

satuwarta.id – Momentum natal dan tahun baru (Nataru) menjadi harapan besar bagi kalangan pedagang di Kabupaten Kediri, seperti di Pasar Kras. Sejumlah pedagang mengharapkan dagangan mereka lebih laku dibandingkan hari-hari biasa.
Wati salah satunya. Pedagang asal Desa Nyawangan, Kecamatan Kras ini berharap bisa merasakan peningkatan penjualan dagangan ayam potongnya saat Nataru guna membantu menambah penghasilannya.
Ÿa semoga pendapatan (menjelang) tahun baru ini bisa meningkat,” kata Wati, saat ditemui di Pasar Kras, Senin (23/12/2024).
Meski berdekatan dengan momentum Natal yang jatuh pada 25 Desember 2024 mendatang, Dia mengaku kini masih belum terjadi kenaikan penjualan secara signifikan. Untuk menambah penghasilan, Wati pun juga mengandalkan pesanan daging ayam potong secara khusus di rumahnya.
“Tapi nggih mboten mesti. Kadang nggih enten tiyang pesen, kadang nggih mboten (Tapi ya tidak tentu. Kadang ada orang pesan, kadang juga tidak ada),” tambahnya.
Kondisi menjelang Nataru tersebut juga diakui Tukiyem. Pedagang asal Desa Setonorejo, Kecamatan Kras ini menyebut, untuk saat ini belum terjadi lonjakan penjualan signifikan. Serupa dengan Wati, Tukiyem juga mengandalkan pesanan daging ayam potong secara khusus di rumahnya.
“Dereng rame, dereng wonten nopo-nopo. Biasane nggih katah pesenan teng griyo. Niki kok tasik sepi (Belum ramai, belum ada apa-apa. Biasanya ya banyak pesanan daging ayam di rumah. Tidak tahu ini kok masih sepi),” ungkapnya.
Selain pedagang daging, hal serupa juga dirasakan pedagang peracangan. Salah satunya Latifah, Warga Desa Nyawangan, Kecamatan Kras ini mengatakan belum adanya pembelian bahan pangan pokok termasuk beras, minyak goreng, telur di lapaknya.
“Belum ada lonjakan pembelian. Ya harapannya penjualan bisa lebih ramai dari biasanya,” pintanya.
Sementara, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyampaikan, pada momentum Nataru ini menjadi perhatian utama dalam penanganan kondisi bahan pangan terutama dari segi harga dan kualitas.
Untuk itu, pihaknya bersama tim satgas pangan Kabupaten Kediri akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan bahan pangan hingga momentum Nataru selesai. Hal itupun telah dilakukan sejak awal Desember 2024 dan kini masih terus berlanjut.
“Kami tim satgas pangan akan terus melakukan pemantauan terkait dengan harga dan kualitas bahan pangan,” terangnya.
Selama momentum Nataru, Tutik berharap tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan meskipun jika terjadi peningkatan daya beli masyarakat. Begitupun dengan imbauan terhadap pedagang dan pembeli supaya memperhatikan kualitas dagangan. Mengingat persaingan daya beli di pasar modern dan pasar tradisional kini yang semakin ketat.
“Harga dan kualitas itu yang menjadi harapan utama kami,” harap Tutik.ind



