satuwarta.id – Empat desa di kawasan Mojo, Kabupaten Kediri dilanda banjir – longsor. Di desa Petungroto dan Ngetrep selain merusak rumah penduduk, banjir dan tanah longsor juga membuat jalan terputus.
Menurut laporan setidaknya ada dua titik jalan yang terputus akibat bencana tersebut yakni pada jalan penghubung antara Desa Petungroto dan Desa Ngetrep serta pada akses jalan Dusun Mberuk dan Dusun Tumpak Pelem (keduanya di desa Ngetrep).

Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengungkapkan pemulihan jalan jadi salah satu fokus utama dalam penanganan bencana banjir dan longsor Mojo.
“Alat digunakan di Petungroto untuk membuka akses jalan. Jadi kita dulukan yang mengganggu fasum (fasilitas umum),” tuturnya, Sabtu, (17/05/2025).
BPBD bersama Satpol PP serta masyarakat hari ini telah melakukan pembersihan material yang menutupi akses jalan sepanjang 100 meter. “Pembersihan agar jalan itu bisa dilalui oleh kendaraan roda 2. Besok dilanjutkan dengan menggunakan alat berat dari PUPR,” tambahnya.

Di desa Petungroto sendiri terdapat 17 rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana. 3 rusak berat, 7 sedang dan 7 ringan.
Sementara itu di Desa Ngetrep, BPBD Kabupaten Kediri juga telah mengerahkan ekskavator untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan. “Sudah mulai penanganan hari ini dengan alat berat, sampai dengan selesai. Material yang nutup jalan itu dikeruk, dihilangkan,” jelas Djoko. ind/tam



