Pemkab Kediri Anggarkan Rp30 Miliar Revitalisasi Pasar Ngadiluwih

satuwarta.id – Menyusul pembongkaran dan pembangunan fisik Pasar Ngadiluwih, Pemerintah Kabupaten Kediri berencana merevitalisasi dengan anggaran senilai kurang lebih Rp30 miliar.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menegaskan, sesuai anggaran yang tercantum dalam Detail Engineering Design (DED), revitalisasi pasar yang terletak di Kecamatan Ngadiluwih tersebut menelan anggaran cukup fantastis.
“Kalau sesuai DED kami sekitar Rp30 miliar,” singkatnya.
Besaran anggaran yang tak sedikit tersebut, kata Tutik, menyusul harapan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam membangun pasar tradisional yang mengedepankan kenyamanan dan menyesuaikan unsur budaya lokal Kabupaten Kediri.
Terlebih, secara fisik bangunan, wajah baru Pasar Ngadiluwih disinyalir juga tak jauh berbeda dengan bentuk bangunan Pasar Wates yang beberapa waktu lalu telah di resmikan. Seperti konsep pasar wisata, unsur budaya, dan tradisional modern.
“Hampir sama, ada sedikit modifikasi menyesuaikan wilayah masing-masing kecamatan,” terang Tutik, yang juga sebagai Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan itu.
Di sisi lain, setelah mendorong pedagang pasar supaya berpindah sebelum 18 Maret 2024, Pasar Ngadiluwih akan dilakukan pembongkaran dengan sistem pelelangan. Namun, dalam pelaksanaannya masih menunggu tim appraisal memperkirakan perencanaan desain dan nilai lelang pembongkaran tersebut.
Diterangkan Tutik, apabila proses pelelangan bongkar tersebut telah selesai, maka tahap berikutnya yaitu melakukan lelang pembangunan fisik revitalisasi pasar yang memiliki luasan sekitar 1 hektar tersebut.
“Harapan kami paling tidak minggu depan tim appraisal meninjau bangunan. Memang masih ada jeda waktu, tidak langsung kita bangun, ada beberapa proses,” ungkapnya.
Adapun, tim appraisal tersebut dilaksanakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kediri.ind



