OLAHRAGA

Arthur Irawan Putuskan Pensiun Sebagai Pesepak Bola Profesional di Usia 31 Tahun

satuwarta.id – Kapten Persik Arthur Irawan memutuskan pensiun dari pemain sepak bola profesional dan fokus membangun masa depan klub. Pertandingan melawan PSS Sleman pada Rabu (24/4/2024), menjadi laga terakhirnya bersama Persik di Stadion Brawijaya Kediri.

Sebelumnya, Arthur telah menyampaikan rencana gantung sepatu sejak di awal musim Liga 1 2023/2024 lalu. Sebagai pemain sepak bola profesional telah menjadi hal yang lumrah apabila memutuskan untuk pensiun, apalagi dalam suatu tim pasti membutuhkan regenerasi.

Pemain kelahiran Surabaya itu menilai bahwa banyak pemain saat ini yang lebih layak untuk bermain dan mengambil perannya di lapangan hijau. Terlebih di Persik Kediri memiliki jumlah pemain muda yang cukup banyak, seperti putra asli daerah Adi Eko Jayanto, Bayu Otto, Yusuf Meilana

“Keputusan ini sudah saya ambil sejak awal musim. Saya ingat sudah bilang ke rekan-rekan, ini musim terakhir saya. Karena sepak bola perlu regenerasi, sepak bola ada waktunya untuk regenerasi. Banyak pemain muda yang lebih layak,” kata Arthur, Kamis (25/4/2024).

Sebagaimana menjadi seorang pemain sepak bola dengan membuat keputusan pensiun dini memang cukup berat. Apalagi Arthur memiliki kenangan yang berkesan sejak pertama kali datang ke keluarga Persik Kediri. Termasuk laga bubble Liga 1 2022 di Bali silam, 9x winstreak Liga 1 2022/2023.

Terlebih, menurut Arthur, tim berjuluk Macan Putih itu memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi antar satu sama lain. Terlihat ketika tim sedang terpuruk, para punggawa tetap berjuang untuk keluar dari zona merah tersebut.

“Satu hal buat tim ini, kita tidak akan berhenti berjuang, kita akan berjuang sampai akhir. Karakter itu yang bisa saya beri untuk tim, dan itu Persik Kediri,” tegas Arthur.

Oleh karenanya, pemain bernomor punggung 8 tersebut menganggap bahwa punggawa, jajaran pelatih, hingga pendukung Persik telah menjadi satu kesatuan yang utuh. Sebelumnya, Arthur tak pernah menemui sebuah tim memiliki kekeluargaan yang kental seperti Persik.

Situasi itu membuat kecintaannya terhadap Persik dan Kota Kediri muncul. Arthur merasakan kenyamanan sejak pertama kali datang ke Kediri. Ditambah, komunikasi yang terjaga dengan pendukungnya menjadi daya tarik tersendiri bagi seorang Arthur.

“Dari pertama kali datang ke Persik, tujuan saya sejak awal tidak pernah individual, selalu demi tim, dan ketika tim bagus buat saya cukup. Saya berterima kasih atas resepsinya malam ini dan Persik Mania yang luar biasa. Kalau tidak ada mereka (Persik Mania) saya bukanlah apa-apa,” terangnya.

Pasca memutuskan gantung sepatu di usia 31 tahun, Arthur berencana akan membangun ekosistem sepak bola di Kediri, terutama Persik. Dirinya akan berjuang menjadi sosok di balik layar Tim Persik Kediri, dengan kata lain bukan lagi menjadi pemain yang berjuang di atas lapangan hijau.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close