NEWS

Angka Stunting Terbilang Rendah, BKKBN Jatim Apresiasi Capaian Penanganan di Kota Kediri

satuwarta.id – Sehubungan dengan angka stunting di Kota Kediri yang terbilang rendah, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur mengapresiasi Pemerintah Kota Kediri atas capaian penanganan tersebut.

Apresiasi disampaikan saat acara talkshow internalisasi pengasuhan balita dalam rangka penurunan stunting yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) di Aula Universitas Kadiri.

Kepala Perwakilan BKKBN Maria Ernawati mengatakan dukungannya pada setiap kegiatan untuk mendorong penurunan angka stunting di Kota Kediri, termasuk upaya kegiatan internalisasi pengasuhan balita yang digelar saat itu.

Menurutnya, upaya penurunan itu dapat dilakukan dengan berbagai strategi. Sebagaimana berdasarkan Peraturan Presiden 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang menyatakan terdiri dari menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan kualitas akses mutu pelayanan kesehatan, dan meningkatkan akses air minun dan sanitasi.

“Kita entaskan kasus stunting yang sudah ada dan mencegah adanya kasus stunting baru dengan melakukan pendampingan keluarga yang beresiko stunting, seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-2tahun,” katanya, Jumat (18/11/2023).

Dikatakan Ernawati, kini BKKBN telah menyiapkan tim pendamping keluarga sebanyak 3 orang yaitu bidan atau tenaga kesehatan, PKK dan kader KB.

Oleh karena itu, Ernawati berharap dalam jangka waktu ke depan setiap pemerintah daerah dapat memerdekakan anak dari stunting supaya peningkatan kualitas generasi penerus dapat tercapai.

“Meski prevalensi stunting tahun 2022 sudah bagus yaitu 14,3 %. Namun kami harap di tahun 2023 prevenlensi stunting Kota Kediri bisa turun lagi,” tandasnya.

Sementara, Sekretaris Dinas P3AP2KB Agus Suharyanto mengatakan, program tersebut bertujuan untuk memperdalam pengetahuan kader dan masyarakat tentang bagaimana cara memberikan pola asuh yang benar pada 100 HPK alam upaya penurunan stunting.

Dengan adanya kegiatan itu, Agus berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pengelola dan pelaksana di lini lapangan. Termasuk bagi penyuluh KB/PLKB dan kader BKB tentang pengasuhan dan tumbuh kembang anak pada periode 1000 HPK.

“Harapan kami prevalensi stunting Kota Kediri bisa semakin ditekan supaya target zero stunting dapat tercapai,” jelasnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close