Angka Demam Berdarah Turun, Masyarakat Diminta Tetap Giat PSN 3M Plus

Tren kasus demam berdarah di kota Kediri terus menurun. Dari catatan Dinas Kesehatan kota Kediri pada tahun 2019 terjadi 220 kasus, 2020 terjadi 160 kasus , sementara di tahun 2021 sampai bulan November tercatat 68 kasus.
” Di 2020 ada 160 kasus, kemudian pada 2021 sampai 16 November hanya 68 kasus. Dan itu pun tidak ada yang meninggal, ” tukas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Kediri Alfan Sugiyanto, beberapa waktu lalu.
Kasus-kasus demam berdarah, ditambahkan Alfan biasanya ada di awal musim penghujan dan akhir musim hujan. Mengantisipasi hal itu, Dinas Kesehatan juga bergerak aktif melakukan promosi kesehatan, mengajak melakukan PSN 3M Plus dengan menggandeng seluruh komponen yang ada di masyarakat termasuk salah satunya adalah menggerakkan kader kesehatan.
” Jadi pada bulan November itu kita start, kita melakukan upaya-upaya promosi, untuk mengajak masyarakat PSN 3M Plus, nanti bulan Desember-Januari, ini biasanya banyak-banyaknya kasus. Surat edaran Gubernur dan Wali Kota juga sudah kita teruskan ke lintas sektor dan juga 3 pilar. Kita libatkan untuk melakukan melakukan 3M Plus, ” tukas Alfan lagi.
Saat ini sendiri meski tren Demam Berdarah menurun serta belum memasuki siklus 5 tahunan Demam Berdarah, Masyarakat juga diminta tetap waspada.
” Jadi upaya terbaik upaya paling manjur untuk mengatasi atau mengendalikan DBD ini adalah dengan melakukan PSN 3M Plus. Pemberantasan sarang nyamuk dan menguras, mengubur sama menutup plusnya bisa memelihara ikan serta menanam tanaman yang bisa menolak nyamuk, ” ujar Alfan.
Sementara itu, berdasarkan pencatatan per tiga tahun (2019-2021) terdapat 26 Kelurahan tergolong wilayah endemis, sementara 20 kelurahan tergolong wilayah sporadis.
” Yang dimaksud endemis DBD ini adalah apabila di wilayah kelurahan tersebut selama tiga tahun berturut-turut ada kasus DBD. Kalau sporadis itu tahun ini ada, tahun sebelumnya tidak ada, tahun ini ada lagi, ” pungkas Alfan. bby



