Pengeboran Sumur 12 Meter di Ploso Lor Kediri Belum Optimal, Rencana Pendalaman Disiapkan

satuwarta.id – Upaya pengeboran sumur di Dusun Ploso Lor, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, yang telah mencapai kedalaman 12 meter, belum membuahkan hasil optimal. Menyikapi hal ini, rencana untuk melakukan pendalaman sumur tengah dipersiapkan.
Rencana tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) kedua kalinya pada Rabu (30/4/2025) yang difasilitasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri dan dihadiri Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PT SGN MKSO Kebun Dhoho, serta perwakilan warga Dusun Ploso Lor, Plosoklaten.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri Totok Minto Laksono menyampaikan, pendalaman pengeboran sumur merupakan hasil kesepakatan bersama untuk mencari titik-titik baru sumber air bersih dengan harapan masyarakat segera mendapatkan hak air bersih.
“Hasil rapat ini adalah kesepakatan untuk mencari titik-titik baru sumber air bersih melalui pengeboran yang lebih dalam,” ujarnya.
Mengenai kedalaman pengeboran, Totok tetap menunggu analisa teknis dari Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri untuk menentukan kedalaman dan pengeboran tersebut dilakukan di titik baru atau meneruskan titik sebelumnya.
“Tergantung tindaklanjut dari Bappeda untuk kedalamannya,” tambahnya.
Sebagaimana hal itu juga menyikapi pengeboran sumur sedalam 12 meter yang sebelumnya telah diuji coba, namun tidak kunjung menemukan hasil sesuai harapan. Hal ini terlihat saat dilakukan perbandingan dengan air tandon dari bantuan dropping, yang jauh lebih jernih.
“Warnanya agak kekuningan sedikit, baunya kayak ada polusinya,” ungkap Bintoro Edi, perwakilan warga Desa Ploso Lor, Plosoklaten.
Lebih lanjut, dengan adanya rencana pendalaman bor sumur tersebut, Bintoro Edi berharap dapat menghasilkan kualitas air yang layak konsumsi.
“Warga setuju selama air yang dihasilkan benar-benar layak untuk dikonsumsi,” ucapnya.
Sementara itu, Manajer Keuangan dan Umum KSO Kebun Dhoho PT SGN Ardi Medianto Putra berkomitmen menyalurkan bantuan air bersih sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak sumur tercemar. Saat ini, total terdapat 12 tandon air bersih berkapasitas mulai dari 750 liter sampai 1500 liter.
“Dari 11 April 2025 sampai sekarang, kami setiap harinya memberikan bantuan air bersih sebagai bentuk kepedulian kepada warga terdampak,” aku
Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti menegaskan, saat ini belum bisa menyimpulkan sumber pencemaran secara pasti. Sebab, hasil uji laboratorium ini perlu kajian lebih mendalam. Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan DLH Provinsi Jawa Timur guna mendapatkan analisa yang lebih spesifik.
“Kami belum bisa mengatakan (pencemaran) ini disebabkan karena apa. Tetapi kami koordinasi dengan dinas provinsi. Mereka punya tenaga pengawas. Nanti arahan provinsi seperti apa, kita ikuti,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dari enam sampel air yang diuji lab, hanya satu yang dinyatakan memenuhi baku mutu berdasarkan standar higienis dan sanitasi Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023. Sisanya, menunjukkan hasil bervariasi dan sebagian besar tidak memenuhi syarat baku mutu.
Sedangkan, untuk uji sampel tanah hanya bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah, sehingga tidak dapat dijadikan pembanding dalam penentuan sumber pencemaran.ind



