WISATA

Opak Gambir Kota Kediri Perlu Dilestarikan

satuwarta.id – Egg Roll Jawa atau yang biasa disebut opak gambir, salah satu jajanan tradisional yang masih tetap bertahan di tengah banyaknya jajanan modern yang sedang eksis.

Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar kedepan keberadaan opak gambir Kota Kediri perlu dilestarikan. Tidak hanya itu pemerintah harus ikut mendorong agar UMKM opak gambir ini tetap eksis dan tidak tergerus oleh zaman.

“Kita semua harus tahu dan juga harus peduli terhadap jajanan tradisional. Karena ini saya bilang salah satu warisan budaya yang perlu kita lestarikan, kalau bukan kita lalu siapa lagi,” ujar Bunda Fey, saat mengunjungi salah satu sentra usaha opak gambir yang berada di daerah Kedung Sentul Kelurahan Bujel Kota Kediri, Selasa (15/02/2022).

Salah satu produsen opak gambir di Kelurahan Bujel adalah Bu Siti. Dalam proses pembuatannya, Bu Siti masih mempertahankan cara tradisional. Adonan opak gambir dituang ke dalam cetakan yang dibuat sendiri lalu dibolak-balik agar matang merata. Setelah adonan matang namun tidak boleh sampai keras, digulung secara manual menggunakan tangan. Uniknya, cara memasak pun masih menggunakan arang sehingga menambah sedap rasa dari opak gambir ini.

UMKM yang memproduksi opak gambir di Kedul Sentul Kelurahan Bujel ini jumlahnya banyak. Menurut istri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ini, Kedung Sentul bisa dijadikan kampung wisata edukasi opak gambir. Bahkan proses pembuatannya dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah sebagai muatan lokal.

Para murid bisa berkunjung, melihat langsung proses pembuatan bahkan bisa mencoba langsung cara pembuatannya. “Setelah selesai, nanti mereka juga bisa bawa oleh-oleh opak gambir ini, yang dibeli dari sini. Saya rasa itu akan menjadi sebuah wawasan, wacana baru yang sangat bagus untuk anak-anak,” jelasnya.

Terakhir, Ketua Dekranasda Kota Kediri berpesan produk opak gambir milik Bu Siti ini perlu sentuhan dari para anak muda untuk mengembangkannya. Terlebih perbaikan dari sisi kemasan untuk lebih dipercantik dan juga isinya juga bisa dibuat bervariasi.

Setiap harinya Bu Siti dapat memproduksi kurang lebih 7 kg opak gambir, di mana produksinya dimulai waktu subuh hingga siang sekitar pukul 11.30 WIB. Harga jajanan ini juga terjangkau, 1 kg opak gambir dibandrol harga 40 ribu rupiah.

“Sudah ada yang pesan opak gambir ini untuk Idul Fitri. Pesanan yang masuk kalau di total kurang lebih 1 kwintal opak gambir, makanya ini mulai dibuat,” ujar Bu Siti. bby

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close