Lifestyle

Mengenal Lebih Dekat Pakaian Khas Kediri, Wdihan Kadiri dan Ken Kediri

satuwarta.id – Setelah selama ini tidak memiliki pakaian khas, tahun 2022 ini pakaian khas Kediri yang ditetapkan berdasarkan pengkajian sejarah bakal dilaunching.

Pakaian khas Kediri untuk pria dinamakan Wdihan Kadiri dan untuk perempuan Ken Kadiri. Pakaian pria sendiri ada dua jenis baik untuk keseharian yang dinamakan Wdihan Kadiri Mapanji, dan untuk pakaian resmi Wdihan Kadiri Satria.

Anggota tim pengkajian pakaian khas Kediri
Sigit Widiatmoko berdasarkan kajian susastra dari sumber-sumber yang ada dilihat secara semiotik atau penandaan akhirnya ditetapkan motif gringsing sebagai dasar.

Gringsing itu diambil dari cerita Panji dan Candrakirana. Dimana Candrakirana yang sedang hamil dan mau melahirkan berniat menyerahkan baju polos. Karena dirasa kurang pantas untuk diserahkan, akhirnya baju itu diberi motif yang kemudian dinamakan motif gringsing.

Adapun, motif lidah api merupakan representasi dari  ibu kota Kediri yakni Dahanapura. Motif lidah api itu berkembang di ekonografi patung, dan candi-candi yang ada di Kediri.

“Dua motif ini kita gabungkan menjadi motif kediri, itu yang utama sedangkan motif lain hanya tambahan,” terang Sigit yang juga menjabat sekretaris tim ahli cagar budaya Kabupaten Kediri.

Pakaian khas ini memiliki ciri yang membedakan dengan daerah lain, yakni adanya banda atau kelengkapan. Untuk pakaian pria menggunakan sabuk gringsing panjalu seperti yang tertulis dalam buku harsa wijaya. Kemudian untuk perempuan menggunakan sampir atau selendang.

Pakaian Pria juga menggunakan ikat kepala sebagai tokoh utama yang dinamakan ikat Jayabaya. Ikat ini merupakan perpaduan dari Panji yakni motif tekes dengan untiran semacam cemeti yang merepresentasikan pecut sebagai khasanah budaya kesenian di Kediri.

Sedang untuk perempuan menggunakan sanggul yang dinamakan Padmagiri dengan hiasan berbentuk bunga teratai (padma) emas yang melambangkan Kediri itu wilayah yang kesuburannya diapit gunung.

“Untuk warna kita menggunakan dasar prasasti gunung buthak yang merepresentasikan tentang warna panji-panji Kediri yakni bangtih yakni merah bata atau merah maroon,” ujar Sigit lagi. bby

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close