Dihimbau Tunda Kehamilan, Alat Kontrasepsi Jenis Kondom Jadi Pilihan

satuwarta.id – Wanita yang tengah hamil, memiliki resiko kematian tinggi jika terpapar covid-19. Karena itu, Pemerintah Kota Kediri menghimbau kaum ibu untuk menunda kehamilan. Belakangan, untuk menunda kehamilan pasangan suami istri lebih memilih alat kontrasepsi jenis kondom.
Kondom lebih difavoritkan karena dengan di tengah pandemi, masyarakat masih khawatir memilih alat kontrasepsi yang memerlukan penanganan medis seperti jenis Implan, IUD, Metode Operasi Pria (MOP), Metode Operasi Wanita (MOW).
Pemasangan alat kontrasepsi tersebut memang mengharuskan pemakainya untuk datang fasilitas layanan kesehatan. ” Jadi calon akseptor IUD dan implan terpaksa memakai kondom, pil atau suntik, ” tutur Kepala Bidang Keluarga Berencana, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri Yudi Erwanto, Senin, (23/08/2021).
DP3AP2KB Kota Kediri sejak bulan Desember lalu mendapatkan dropping kondom dari Provinsi Jawa Timur sebanyak sebanyak 41 gros atau 5900 biji. Di bulan Januari hingga Juni 2021 terdapat permintaan sebanyak 35 gros atau 5.040 biji dari Puskesmas dan Klinik. Dari jumlah itu, sampai akhir bulan Juni kemarin menyisakan sekitar 6 gross. ” Terjadi kenaikan sekitar 10 persen, ” tambah Yudi lagi.
Ribuan kondom ini sendiri meski gratis, tidak dibagikan secara bebas. Masyarakat yang membutuhkan bisa meminta ke puskesmas atau penyuluh KB dengan membawa fotokopi KTP dan serta persetujuan pasangan. ” Yang bisa dilayani adalah pasangan suami istri, dan juga untuk pasangan pada usia subur, ” tambah Yudi lagi.
Stok di fasyankes sendiri, diberikan oleh dinas KB berdasarkan permintaan. Ribuan Kondom dibagikan selain ke 9 Puskesmas, juga kepada klinik dan rumah sakit yang ada di kota Kediri. Pelayanan kontrasepsi sendiri apapun jenisnya, baik kondom, suntik, iud, implan, mop dan mow, diberikan secara gratis untuk masyarakat.
Sementara itu Kepala DP3AP2KB Kota Kediri Sumedi menambahkan pihaknya terus melakukan penyuluhan untuk menciptakan warga yang bahagia sejahtera, salah satunya adalah merencanakan jumlah anak.
” Apalagi di tengah pandemi, ibu yang ingin hamil kalau bisa ditunda dulu karena beresiko dan data tahan tubuh menurun. Menunda kehamilan bisa menggunakan alat kontrasepsi yang disediakan pemerintah, ” tambah Sumedi lagi. bby



