Upacara Manusuk Sima Hari Jadi Kota Kediri ke-1.142 Digelar Virtual
satuwarta.id – Upacara Manusuk Sima hari jadi Kota Kediri ke-1.142 berlangsung berbeda. Untuk tahun ini kegiatan tidak digelar di lokasi yang menjadi dasar penetapan hari jadi Kota Kediri yakni Prasasti Kwak di Taman Tirtoyoso Kwak Kota Kediri, tapi melalui virtual.
Menurut Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Manusuk Sima sudah menjadi tradisi tahunan, untuk menghormati para leluhur pendiri Kediri. Jadi tidak bisa dihapus dari rangkaian hari jadi. Bagaimanapun, nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Manusuk Sima menjadi pengingat atau tetenger, bahwa ada masa awal ketika Kediri ditetapkan menjadi sebuah wilayah perdikan, yang berdiri dan tetap bertahan hingga sekarang.
“Kota Kediri ini sudah sangat tua, sudah memasuki usia ke 1.142 tahun. Kota ini telah melewati banyak era kepemimpinan, mulai dari jaman kerajaan, penjajahan, pasca kemerdekaan hingga era kepemimpinan saya,” jelas Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar , Selasa (27/7/2021).
Sementara itu, gunungan yang berisi polo pendem yang biasannya diperebutkan usai pelaksanaan upacara Manusuk Sima pun ditiadakan. Sebagai ganti, Pemerintah Kota Kediri memberikan bantuan 1.000 masker dan 1142 paket polo pendem yang berisi ubi, ketela, dll kepada Si Jamal yang bertempat di Command Center di Pemkot Kediri.
Bantuan ini selanjutnya akan dibagikan untuk warga yang isolasi mandiri, Panti Lansia An-Nuur Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren, serta Panti Lansia Yoseph di Kelurahan Dandangan Kecamatan Kota Kediri.
“Hari Jadi Kota Kediri ke-1.142 tahun 2021 kita lakukan secara virtual. Sebab memang dalam aturan seluruh gelaran kebudayaan dilarang dilakukan seperti biasanya. Demikian juga polo pendem hasil bumi yang diperebutkan usai acara ditiadakan dan diganti dibagikan ke Lembaga sosial dan juga lewat Si Jamal,” kata Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri.
Hari jadi tahun ini juga diisi dengan vaksinasi kepada dengan jumlah 1.142 orang sesuai dengan usia Kota Kediri 1.142 tahun. bby



