News Feed

Perbarui Fasad Museum Sri Aji Joyoboyo, Pemkab Kediri Siapkan Rp 6 Miliar untuk Revitalisasi

KEDIRI – Pasca dilakukan soft launching pada penghujung Desember 2025, Pemerintah Kabupaten Kediri tidak lantas berpuas diri. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kini tengah bersiap melakukan perombakan besar-besaran pada Museum Sri Aji Joyoboyo. Langkah ini diambil guna menindaklanjuti arahan langsung dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.

Penataan ulang ini difokuskan pada dua aspek utama: pengalaman pengunjung (alur navigasi) dan estetika ruang pamer yang lebih representatif.

Respons Cepat Atas Arahan Bupati Dhito

Proses revitalisasi ini bermula dari evaluasi saat peresmian awal tahun lalu. Bupati yang akrab disapa Mas Bup tersebut memberikan catatan khusus terkait penempatan benda-benda bersejarah yang perlu diatur kembali agar lebih bercerita dan menarik.

Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mematangkan konsep tersebut.

“Akan kembali kami tata sesuai arah Mas Bup (Bupati Dhito),” tegas Mustika.

Untuk memastikan hasil yang profesional, Disparbud akan menggandeng konsultan ahli. Selain ruang pamer, titik krusial yang akan diubah adalah aksesibilitas.

“Apakah pintu masuk area pameran nanti dari sisi luar seperti saat ini atau akan diubah dari sisi tengah, masih kami rencanakan,” tambahnya. Pengaturan alur ini nantinya akan disinergikan dengan penyelesaian pembangunan area etnografika.

Sentuhan “Natural-Modern” pada Fasad Bangunan

Tidak hanya soal interior, tampilan fisik bangunan museum juga akan bertransformasi. Jika saat ini bangunan masih terlihat polos, ke depannya akan ada penambahan fasad yang megah namun tetap berakar pada identitas lokal.

Kabid Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri, Joko Riyanto, menjelaskan bahwa konsep arsitektur yang diusung adalah perpaduan zaman.

“Konsepnya (fasad) bernuansa natural-modern dengan tetap mengandung unsur budaya Kediri,” ungkap Joko.

Untuk mendukung ambisi ini, Pemkab Kediri telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 6 miliar pada tahun ini. Dana tersebut dialokasikan untuk dua proyek besar:

  1. Pembangunan Fasad: Memberikan karakter kuat pada gedung utama.
  2. Revitalisasi Amfiteater: Penambahan ornamen latar panggung di area belakang museum.

Amfiteater Sebagai Pusat Kreativitas Budaya

Peningkatan fasilitas amfiteater bertujuan agar museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak statis. Dengan ornamen baru yang lebih artistik, area ini diproyeksikan menjadi magnet bagi wisatawan dan pusat ekspresi seni.

Sejauh ini, amfiteater tersebut telah aktif digunakan untuk pementasan seni oleh pelajar dan tenaga pendidik. Ke depannya, fasilitas ini diharapkan menjadi wadah utama bagi generasi muda Kediri untuk mengenal dan melestarikan budaya lokal melalui pertunjukan yang lebih profesional. (red)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close