News Feed

TPT Dibangun di Desa Tugurejo, Akses Jalan dan Irigasi Kini Lebih Aman

satuwarta.id – Fasilitas infrastruktur di desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri diperkuat dengan kehadiran Tembok Penahan Tanah (TPT) di wilayah sungai dekat Punden Mbah Tugu.

Pembangunan TPT tersebut merupakan bagian dari program usulan yang terealisasi melalui Perubahan APBD (PAPBD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Serah terima bantuan tersebut ditandai dengan pertunjukan campursari yang dihadiri Anggota DPR RI Nurhadi, Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Khusnul Arif, anggota DPRD Kabupaten Kediri Alfian Ihwalul serta jajaran perangkat desa Tugurejo.

Khusnul Arif menyampaikan bahwa Desa Tugurejo merupakan salah satu desa yang usulannya lolos dalam PAPBD 2025. Dari sejumlah usulan yang masuk dari berbagai desa, terdapat delapan titik pembangunan yang disetujui, salah satunya berada di Desa Tugurejo. Setiap titik mendapatkan anggaran sekitar Rp200 juta.

Pembangunan TPT ini memiliki panjang sekitar 85 meter dengan tinggi 2,5 meter dan dikerjakan selama kurang lebih 1,5 bulan. Khusnul Arif menjelaskan bahwa TPT atau dinding penahan tanah sangat penting untuk memperkuat akses jalan serta saluran irigasi.

Diungkapkan Mas Pipin, sapaan akrabnya, TPT membantu mencegah abrasi menggerus dinding sungai. “Jadi kekuatan saluran irigasi ini diantaranya harus ada TPT. Lebih ke arah untuk nahan longsor.
Kalau ini longsor, saluran irigasinya bisa tersumbat,” ungkapnya Kamis, (15/01/2026).

Sementara itu, Kepala Desa Tugurejo, Agung Witanto, menyampaikan bahwa keberadaan TPT ini sangat bermanfaat bagi warga desa, khususnya dalam melindungi akses jalan.

Menurutnya, selama bertahun-tahun pihak desa telah berupaya mengusulkan pembangunan tersebut, namun terkendala karena status jalan yang merupakan kewenangan provinsi. Melalui dukungan dan komunikasi yang baik dari DPRD Provinsi Jawa Timur, pembangunan akhirnya dapat direalisasikan.

Agung menjelaskan bahwa wilayah tersebut merupakan jalur lalu lintas kendaraan berat, seperti truk industri dan pergudangan. Tanpa adanya perlindungan, potensi longsor sangat besar dan dapat mengganggu aliran irigasi.

Sebelumnya, kondisi di lokasi tersebut sangat memprihatinkan karena belum pernah ada pembangunan sama sekali. Warga hanya mengandalkan karung-karung seadanya untuk menahan tanah yang rawan ambrol.

Selain itu, kawasan tersebut juga sebelumnya kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar dan terkesan kumuh. Dengan dibangunnya TPT, kondisi lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata, serta tidak lagi digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. “Jadi TPT ini selain untuk melindungi saluran irigasi yaitu juga untuk melindungi jalan,” pungkasnya. tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close