Aksi Heri Purnomo, Pria di Kediri yang Menambal Jalan Berlubang Secara Pribadi

satuwarta.id – Ketika banyak orang mengeluhkan kondisi jalan berlubang, Heri Purnomo, warga Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, justru memilih untuk bertindak. Sejak lebih dari satu dekade lalu, Heri secara mandiri menambal jalan berlubang dengan biaya pribadi, demi keselamatan pengguna jalan.
Heri, pria kelahiran Kertosono, Nganjuk tahun 1972, kini berusia 53 tahun. Ia dikenal sebagai sosok yang menjalani kehidupan sebagai pemilik toko kelontong, sekaligus ayah dari tiga anak.
Pada 2010, Heri sempat menjabat sebagai perangkat desa Langenharjo, bagian Kaur Pembangunan. Namun, sembilan tahun kemudian, ia memutuskan mengundurkan diri karena merasa pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan hati nurani. Sejak itu, ia memilih kembali fokus mengelola toko kelontong yang telah dirintis sejak tahun 2000.
Tak hanya itu, sejak 2017 sampai sekarang, Heri juga aktif menghibur masyarakat sebagai badut karakter Upin Ipin saat Car Free Day (CFD) di berbagai wilayah, seperti Pare, Nganjuk, dan Jombang. Meski kini tak seaktif dulu, aktivitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Namun, yang paling menginspirasi dari Heri di sela-sela menjaga toko adalah dedikasinya terhadap keselamatan pengendara. Sejak tahun 2010, Heri aktif menambal jalan rusak yang ditemui dalam batasan radius sekitar 15 kilometer dari rumahnya, seperti ke Puncu, Kepung, Kunjang, Badas, hingga Nganjuk.
Diceritakan, kegiatan menambal jalan tersebut dilakukan baik menemui jalan berlubang secara langsung maupun mendapat laporan netizen di sosial media. Bilamana ada jalan berlubang, ia langsung melakukan survei ke lokasi.
“Biasanya berangkat pukul sembilan pagi, setelah nambal satu atau dua jalan, lalu pukul sebelas siang pulang, lanjut jaga toko,” ujar Heri, saat ditemui di tokonya yang menjual sembako, bensin, dan menyediakan layanan isi angin, Selasa (8/7/2025).

Selain murni dari hati nurani, kegiatan sosial ini diakui Heri berawal dari didikan keluarganya sejak kecil. “Dulu orang tua selalu bilang, kalau ada batu di jalan tolong dipinggirkan. Itu yang jadi pegangan saya sampai sekarang,” kenangnya.
Awalnya, Heri menggunakan aspal cair yang dibakar sendiri, lalu beralih menggunakan sisa aspal dari proyek hotmix pemerintah dan aspal bekas. Sejak 2024, ia lebih sering menggunakan aspal bekas karena pasokan yang melimpah. Saat ini, ia memiliki lebih dari lima ton stok aspal bekas dengan usia aspal 2-5 tahun.

Dalam aksinya, Heri menggunakan berbagai alat seperti motor roda tiga (tossa), pengaman jalan berupa road barrier dan kerucut, tumbuk besi seberat 7 kg, hingga pembakar LPG. Saat menambal, paling cepat Heri membutuhkan waktu setengah jam.
“Tetapi tergantung tingkat lebar dan kedalaman lubangnya. Pernah menambal paling lebar 1 meter, pernah juga dengan kedalaman 10 cm,” terangnya.
Respon masyarakat pun sangat positif. Tak jarang Heri mendapat bantuan kecil di jalan, mulai dari uang untuk sarapan dan bensin. Semua kegiatan menambal jalan ia dokumentasikan dan unggah ke akun Facebook pribadinya, @Heri Purnomo.
Heri berharap kegiatan sosial ini bisa menjadi dorongan bagi pihak terkait supaya jalan berlubang segera diperbaiki.
“Jangan menunggu sampai ada korban dulu baru ditambal,” harapnya.
Adapun atas aksi sosialnya, Heri juga mendapat apresiasi dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, melalui media sosial Instagram, @kediripedia.
“Semoga apa yang dilakukan beliau bisa menjadi amal baik dan motivasi bagi kami untuk bekerja lebih lagi. Sehat selalu orang baik,” komen Mas Dhito, seraya menyebut akan mendatangi rumah Heri atau mengundang ke kantor Pemkab Kediri dalam waktu dekat.ind



