satuwarta.id – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menargetkan museum daerah Kabupaten Kediri dapat berfungsi sepenuhnya pada pertengahan tahun 2026. Hal itu disampaikan Mas Dhito saat mengunjungi pameran temporer pre-launching museum, Rabu (18/6/2025).
“Pertengahan tahun 2026, janjinya Pak Kadisparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) museum ini sudah bisa diaktifasi 100 persen,” kata Mas Dhito.
Mas Dhito mengungkapkan, saat ini museum tersebut masih terdapat catatan penting yang perlu diselesaikan agar museum bisa berfungsi 100 persen, termasuk hasil diskusi dengan Disparbud dan DK4.
Salah satu perbaikan yang menjadi perhatian utama adalah penataan ulang narasi ruang-ruang dalam museum. Menurutnya, saat ini cerita sejarah dalam museum masih tercampur, mulai dari masa sebelum kolonial, kolonial, hingga masa setelahnya.
“Dimungkinkan nanti dipisah-pisah, setiap ruangan punya ceritanya sendiri-sendiri,” tambahnya.
Menyikapi hal ini, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi menerangkan, museum yang berdiri dua lantai itu akan dioperasionalkan secara bertahap.
Di tahun ini, pihaknya fokus menyelesaikan Detail Engineering Design (DED). Selanjutnya, sesuai rencana pada penghujung tahun ini lantai satu ditargetkan bisa dilakukan soft launching dan dilanjutkan lantai atas pada tahun 2026.
“Kita rencanakan pada penghujung tahun ini untuk soft launching, terutama lantai satu untuk arkeologikal seperti benda-benda arca. Untuk etnografi di lantai dua tahun depan,” terangnya.
Dari pelaksanaan pameran yang berlangsung 17-21 Juni 2025 tersebut, Mustika juga berharap ada masukan yang muncul sehingga akan menjadi dasar ide desain interior museum.ind



