Blood Brothers: Bara Naga, Sukses di Malaysia Siap Rambah Indonesia

satuwarta.id – Blood Brothers: Bara Naga, film box office asal Malaysia, akan resmi tayang eksklusif di seluruh jaringan CGV Indonesia mulai 11 Juni 2025. Diproduksi oleh rumah produksi legendaris Skop Productions dan disutradarai oleh Syafiq Yusof bersama Abhilash Chandra, film ini merupakan sajian aksi yang telah mengguncang Malaysia dengan raihan pendapatan lebih dari RM76 juta atau lebih dari Rp292 miliar.
Film Malaysia Blood Brothers: Bara Naga berkisah tentang Ghaz (Sharnaaz Ahmad) yang merupakan sosok yang terlatih, disiplin, dan mematikan. Ketika sang mentor, Dato’ Zul (Wan Hanafi Su), ditemukan tewas secara brutal, semua berubah. Bukti yang ada menunjuk pada satu nama, Ariff (Syafiq Kyle), sahabat sekaligus rekan satu tim yang dulu ia anggap seperti saudara. Hancur karena dikhianati oleh orang yang paling ia percaya, Ghaz justru menerima satu tugas: memburu dan menghabisi Ariff.
Namun pelariannya membawa Ghaz ke dalam labirin pengkhianatan yang jauh lebih kelam dari yang ia bayangkan. Ariff tidak sendiri. Ia bersekutu dengan Jaki (Syazwan Zulkifly), sosok yang penuh amarah dan pernah berurusan dengan dunia kriminal. Misi pribadi ini berubah menjadi perang batin. Di tengah pertarungan dan konspirasi , Ghaz harus memilih: menuntaskan dendam demi kehormatan, atau membuka luka masa lalu yang bisa menghancurkan segalanya.
Dengan aksi laga penuh darah dan koreografi pertarungan jarak dekat yang intens, Blood Brothers: Bara Naga menawarkan atmosfer ketegangan yang mengingatkan pada film aksi The Raid. Gaya sinematik yang rapi, ritme cerita yang cepat, serta atmosfer dunia kriminal yang suram menjadikan film ini bukan sekadar tontonan, melainkan pengalaman. Tak hanya menampilkan laga tanpa henti, film ini juga memastikan pengembangan karakter, alur, dan konflik dirancang dengan mendalam dan terstruktur sejak awal proses produksi.
Karakter-karakter dalam film ini turut menyumbangkan lapisan emosional yang memperkaya ketegangan. Ghaz dengan aura dingin dan mematikannya, Ariff sang protagonis yang menunjukkan tekadnya untuk bertahan. Sosok Jaki yang liar dan emosional, menghadirkan dinamika yang kompleks. Serta Dato’ Zul, yang menjadi titik pusat konflik, hadir dengan penuh kharisma. Di luar itu, hadirnya Amelia Henderson pun turut memperkuat cerita sebagai Sheila, karakter misterius yang menyimpan banyak rahasia.
Di Internet Movie Database (IMDb), film ini meraih rating impresif sebesar 8.3. Di balik kesuksesan ini, berdiri pula produser ternama Datuk Dr. Yusof Haslam yang turut mengawal kualitas produksi film ini dari awal hingga akhir. tam



