satuwarta.id – Pencarian korban hanyut terbawa arus sungai Bruni yang meluap di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri menjadi salah satu fokus dari BPBD Kabupaten Kediri dan pihak terkait lainnya.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengungkapkan kondisi sungai yang berbatu dan arus yang masih deras turut menyulitkan proses pencarian.
“Arusnya deras, kemudian sungainya berbatu-batu. Tidak seperti di sungai Brantas, jadi kita nggak bisa menurunkan perahu di sungai,” tuturnya, Sabtu, (17/05/2025).
Karena pencairan di dalam air masih belum memungkinkan, pencarian dilakukan dengan melakukan penyusuran wilayah sepanjang aliran sungai. “Pencarian dilakukan dengan penyusuran darat,” tambahnya.
Operasi SAR (pencarian dan penyelamatan) ini melibatkan kurang lebih 30 personel dari berbagai instansi terkait. Selain BPBD dan Basarnas, TNI-POLRI serta Satpol PP turut ambil bagian dalam pencarian. “Juga ada Tagana dan juga dari relawan,” tuturnya.
Djoko mengungkapkan sesuai SOP pencarian akan dilakukan selama 7 hari kedepan. Lepas dari itu, pencarian akan ditutup. Kecuali ditemukan petunjuk baru.
“Kalau misalkan ada identifikasi baru, ini kemungkinan jenazahnya ditemukan, itu kita buka lagi,” pungkasnya.
Sebelumnya seorang lansia bernama Tekat dilaporkan hilang akibat luapan arus sungai Bruni. Korban, menurut keterangan salah satu kerabatnya, ikut hanyut bersama ruangan dapur yang terseret arus sungai. ind/tam



