Sisir Sungai Bruni-Brantas, Pencarian Lansia Hilang di Mojo Kediri Ditutup Hari Ketujuh
satuwarta.id – Tim Operasi SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri beserta tim gabungan TNI-Polri serta relawan terus melakukan pencarian terhadap Mbah Tekat, warga Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, yang dilaporkan hilang sejak Jumat (16/5/2025) lalu.
Pencarian yang telah memasuki hari kelima ini difokuskan menyisir daratan bantaran aliran Sungai Bruni hingga bermuara ke Sungai Brantas menggunakan perahu karet.
“Melihat durasi waktu yang sudah cukup lama yang mana menginjak hari ke lima dan kemarin terjadi banjir bandang, kemungkinan Mbah Tekat sudah sampai Sungai Brantas,” kata Kepala BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno, Rabu (21/5/2025).
Lebih lanjut, pencarian Mbah Tekat yang berusia sekitar 70 tahun tersebut kini terus dilakukan di Sungai Brangas hingga ke area Bendungan Waru Turi, Kecamatan Gampengrejo.
“Ada kemungkinan nantinya nyantol di Waru Turi,” ujar Djoko.
Terkait durasi pencarian, Djoko menjelaskan, pihaknya akan menyesuaikan SOP OPSAR, yang mana akan dilakukan pencarian selama 7 hari. Lepas dari itu, pencarian akan ditutup. Kecuali ditemukan petunjuk baru.
“Kalau misalkan ada identifikasi baru, ini kemungkinan jenazahnya ditemukan, itu kita buka (pencarian) lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) meninjau ke lokasi bencana sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, pada Rabu (21/5/2025).
Dalam kesempatan itu, pihaknya ingin memastikan warga terdampak mengungsi di tempat yang aman. Mengingat cuaca ekstrem yang kini terus menyelimuti wilayah Kabupaten Kediri.
“Kita tidak tahu cuaca masih mendung jangan-jangan nanti hujan deras lagi, kita pastikan yang penting mengamankan warga yang terdampak dulu,” sambung Mbak Dewi, usai meninjau rumah warga yang terdampak longsor di Desa Petungroto.
Tak hanya itu, beberapa langkah penanganan pasca bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Mojo pun telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Kediri. Termasuk perbaikan akses jalan dan rumah terdampak di 4 desa, yakni Desa Ngetrep, Blimbing, Pamongan, dan Petungroto.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kediri, tercatat ada 2 rumah di Desa Blimbing. Kemudian, 2 rumah di Pamongan, dan 24 rumah di Petungroto dengan intensitas beragam, mulai kerusakan berat, sedang, dan ringan. Adapun di Desa Ngetrep hanya mengakibatkan akses jalan tertutup material longsor.ind



