Rumah Warga di Purwoasri Kediri Roboh Diterjang Hujan Angin, Satu Korban Dibawa ke RSKK
satuwarta.id – Sebuah rumah milik warga di Desa Tugu, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, roboh akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Jumat (9/5/2025) sore hingga malam hari.
Dalam insiden ini, dua penghuni rumah menjadi korban, yakni Imam Mahdi (58) dan istrinya, Siti Chofifah (52). Akibat tertimpa reruntuhan bangunan, Siti Chofifah mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menurut keterangan Imam Mahdi, kejadian bermula saat dirinya bersama sang istri tengah beristirahat usai menunaikan salat Isya. Tak disangka, atap rumah yang telah dibangun sejak awal 2000-an itu tiba-tiba ambruk roboh sekitar pukul 08.00 WIB akibat diterjang cuaca ekstrem.
“Waktu itu saya baru saja salat Isya, terus ngobrol sama istri. Tiba-tiba atap ambrol dan kami tertimpa reruntuhan,” tuturnya.
Imam Mahdi mengaku tak menyangka rumah yang selama ini tampak kokoh bisa roboh begitu saja. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada kerusakan berarti pada struktur rumah sebelumnya.

Meski demikian, ia tetap bersyukur karena dirinya dan istri masih diberi keselamatan. Namun, istrinya mengalami luka serius di bagian kepala dan tulang belikat kanan karena tertimpa material bangunan setinggi sekitar enam meter.
“Untungnya masih diberi keselamatan, alhamdulillah,” imbuhnya.
Peristiwa ini turut mendapat perhatian dari Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri, Sulistyo Budi, yang langsung menjenguk korban di RSKK. Ia menyampaikan rasa prihatin dan memastikan bahwa penanganan medis sedang dilakukan, khususnya untuk menstabilkan kondisi korban sebelum menjalani tindakan operasi lebih lanjut.
“Saat ini tim medis fokus pada penanganan awal, terutama untuk cedera di kepala. Setelah stabil, baru akan dilakukan operasi,” jelas Budi.

Terkait pembiayaan, ia memastikan bahwa kedua korban sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sehingga seluruh biaya pengobatan dijamin oleh pemerintah.
“Alhamdulillah, keduanya terdaftar di BPJS. Kalau nanti masih ada kebutuhan tambahan, akan kami koordinasikan lebih lanjut,” tambahnya.
Sebagai bentuk tanggap darurat, DPRD bersama instansi terkait seperti BPBD dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri telah menyalurkan bantuan awal. BPBD telah memberikan bantuan penanganan sementara, sementara untuk perbaikan rumah permanen akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Perkim.
“Bantuan awal sudah disalurkan. Untuk pembangunan kembali, insyaallah kami koordinasikan dengan Perkim,” pungkasnya.ind



