satuwarta.id – Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri melakukan pengambilan sampel air dari sumur warga Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten.
Langkah tersebut sebagai respon atas adanya dugaan pencemaran air sumur, dimana air sumur warga berubah menjadi keruh serta berbau tidak sedap. Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti menjelaskan, pengambilan sampel air dilakukan di 12 titik sumur warga. Selain air, tim juga mengambil 4 sampel tanah, terutama di lokasi pembuangan limbah atau blotong dari aktivitas pabrik gula.
Sampel tanah diambil dari kedalaman 0–30 cm dan 60 cm. “Total ada 16 sampel yang kami ambil, terdiri dari 12 sampel air dan 4 sampel tanah,” jelas Putut, Kamis, (10/04/2025).
Putut mengatakan, seluruh sampel akan diuji di sebuah labotarium yang terletak di Mojokerto yakni di labotarium PT Graha Mutu Persada. Hasil pengujian laboratorium diperkirakan akan keluar dalam waktu dua pekan setelah sampel diterima. Data ini nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan lebih lanjut. “Sampel air akan kami uji untuk mengetahui seluruh parameter kualitas air secara menyeluruh,” tambahnya.
Sebagai informasi, dugaan pencemaran ini mencuat setelah warga mendapati air sumur yang sebelumnya jernih, tiba-tiba berubah menjadi keruh dan mengeluarkan bau menyengat. Meskipun warga sempat mencoba menguras sumur, kondisi air tetap tidak membaik.
Warga menduga pencemaran ini berasal dari limbah pabrik gula yang dibuang ke lahan kosong yang berjarak hanya sekitar 12 meter dari permukiman. Setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras sejak awal 2025, limbah diduga meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air bawah tanah milik warga. ind



