Respon Dugaan Pencemaran Air di Desa Ploso Lor, Pemkab Kediri Terjunkan Tim Observasi
satuwarta.id – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menanggapi laporan warga terkait dugaan pencemaran air di Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten. Warga mengeluhkan perubahan warna, bau, dan rasa air yang tidak seperti biasanya.
Sebagai langkah awal, DLH Kabupaten Kediri menerjunkan tim untuk melakukan observasi langsung ke lokasi pada Selasa (8/4/2025). Berdasarkan laporan masyarakat, ada sekitar 18 sumur yang terdampak. “Kami turunkan tim pengawas untuk melakukan observasi di sejumlah titik yang dilaporkan mengalami pencemaran,” ungkap Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti.
Selain itu, tim DLH berencana akan melakukan pengambilan sampel air dari beberapa sumur warga yang terdampak. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium guna mengetahui kandungan zat-zat berbahaya seperti bahan kimia beracun maupun bakteri yang berpotensi mengancam kesehatan.

Putut menjelaskan, rencananya pengujian air akan dilakukan di terakreditasi di Mojokerto. Uji lab ini diperlukan agar menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. “Sampel air akan kami uji di laboratorium terakreditasi untuk mengetahui seluruh parameter kualitas air,” jelasnya.
Usai observasi, Putut akan menjadwalkan pengambilan sampel lebih lanjut dan berkomitmen akan mendampingi proses pengujian hingga hasil laboratorium keluar. Hasil uji diperkirakan dapat diketahui dalam waktu sekitar dua pekan setelah sampel diterima oleh laboratorium.ind



