Kasus PMK di Kabupaten Kediri Melandai, Sepekan Terakhir Tak Ada Laporan Kasus

satuwarta.id – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menimpa hewan ternak sapi di Kabupaten Kediri kian melandai. Berdasarkan informasi dihimpun, dalam sepekan terakhir tidak ada kasus PMK yang dilaporkan terhadap petugas kesehatan hewan.
Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Yhuni Ismhawati pada Sabtu (15/3/2025).
“Dalam seminggu terakhir belum ada laporan kasus baru,” kata Yhuni.
Terakhir kali, jumlah kasus PMK di Kabupaten Kediri menunjukkan data per 7 Maret yakni berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS). Yakni, ada 1.144 kasus dengan rincian 328 ekor ternak masih sakit, 37 ekor mati, 774 ekor sembuh, dan 5 ekor terpaksa dipotong.
Yhuni menegaskan, grafik persebaran kasus PMK tersebut menunjukkan tren menurun jika dibandingkan periode Januari-Februari 2025.
Seperti data pada akhir Januari 2025, persebaran PMK di Kabupaten Kediri menunjukkan dari total 1.091 kasus, 200 diantaranya dinyatakan sembuh, 850 ekor masih terjangkit, dan 41 ekor sapi meninggal.
“Persebaran kasus PMK saat ini memang sudah lebih melandai,” tegasnya.
Di sisi lain, lanjut Yhuni, seiring dengan menekan perkembangan kasus PMK, petugas kesehatan hewan kini tengah fokus melaksanakan vaksinasi tahap kedua sebanyak 28.750 dosis. Pemberian dosis vaksin ini diperuntukkan terhadap peternak skala kecil di Kabupaten Kediri.
“Saat ini, distribusi vaksin PMK telah mencapai 45 persen,” ujarnya.
Adapun berdasarkan data pada Selasa (11/3/2025), puluhan ribu dosis vaksin yang didapat dari alokasi dana APBN dan APBD I ini telah diberikan kepada 9.253 ekor sapi, 4.970 ekor kambing, dan 2.278 ekor domba.ind



