DKPP Gencarkan Edukasi dan Sosialisasi Sebelum Pasar Hewan Ditutup

satuwarta.id – Pemerintah Kabupaten Kediri resmi menutup seluruh pasar hewan di wilayahnya mulai 13 hingga 28 Januari 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini mengalami peningkatan kasus, terutama pada sapi potong.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa penutupan pasar hewan merupakan salah satu langkah strategis untuk mengendalikan wabah PMK.
“Hari ini adalah pasaran terakhir sebelum pasar hewan kami tutup. Kami memastikan pemahaman para pedagang dan pembeli terkait penutupan ini. Sejauh ini, mereka sepakat bahwa langkah ini diperlukan untuk mencegah penyebaran PMK,” ujarnya, Minggu, (12/01/2025).

Tutik juga menyampaikan, salah satu alasan utama penutupan pasar hewan adalah karena pasar menjadi tempat berkumpulnya sapi potong yang berisiko tinggi terpapar penyakit.
“Dari kasus yang terjadi sejak 2024 hingga 2025, sapi potong menjadi mayoritas kasus. Kami tidak ingin kasus yang terjadi di pasar hewan menyebar ke wilayah lain, baik di Kabupaten Kediri maupun sekitarnya,” tambahnya.
Pada hari terakhir operasional pasar, tim dari DKPP melakukan pemeriksaan intensif terhadap ternak yang datang. Meski sebagian besar hewan tidak menunjukkan gejala klinis PMK, ada kasus sapi yang menunjukkan tanda-tanda pincang setelah turun dari kendaraan. Hewan tersebut langsung diminta kembali dan tidak diperbolehkan masuk ke pasar.
Tutik menegaskan, seluruh pasar hewan di Kabupaten Kediri akan ditutup total. Pintu masuk pasar akan dipalang, dilengkapi dengan pengumuman resmi, dan dilakukan penyemprotan disinfektan untuk memastikan pasar steril.

“Kami sudah instruksikan koordinator pasar hewan untuk memastikan pintu masuk tidak dibuka, dan seluruh pengelola bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan ini,” jelasnya.
Sementara itu, meski check point di perbatasan tidak diberlakukan. Namun, Pemkab Kediri tetap mewaspadai lalu lintas ternak. “Kami meminta laporan rutin dari tim di lapangan dan terus mengedukasi peternak agar waspada terhadap penyebaran PMK,” pungkas Tutik.
Langkah penutupan ini diharapkan mampu menekan penyebaran PMK di wilayah Kabupaten Kediri dan memberikan perlindungan kepada peternak serta masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. tam



