
satuwarta.id – Pertengahan Triwulan IV 2024, APBN wilayah Kediri Raya masih terjaga dengan baik, meski penerimaan tumbuh negatif sebesar 13,25%, namun masih terdapat surplus sebesar Rp13.935,15 miliar dari nilai belanja sebesar Rp8.574,65 miliar mengalami kontraksi sebesar -22,44%.
Secara keseluruhan APBN Kediri Raya mencatat penerimaan sebesar Rp22.509,82 miliar tumbuh negatif sebesar 13,25%, dengan penerimaan dari perpajakan sebesar Rp22.008,22 miliar, tumbuh negatif sebesar 13,52% dan PNBP sebesar Rp501,58 miliar tumbuh positif sebesar 0,30%.
KPP Pratama Kediri yang masih ditopang oleh sektor Jasa Keuangan dan Asuransi membukukan penerimaan sebesar Rp420,94 miliar atau sebesar 86,77% dari target, tumbuh sebesar 20,96%. KPP Pratama Pare dengan pertumbuhan sebesar 20,53% membukukan nilai sebesar Rp823,64 miliar atau sebesar 85,44% dari target tahunan. KPP Pratama Tulungagung membukukan penerimaan sebesar Rp610,84 miliar atau capaian sebesar 88,01% dari target.
KPP BC TMC Kediri mengalami kontraksi, baik cukai maupun bea masuk, masing-masing sebesar -16,38% dan 4,02%. Namun demikian capaian realisasi menunjukkan sumbangan yang besar untuk nilai surplus APBN wilayah Kediri Raya, Bea Masuk sebesar Rp4,211 miliar dan Cukai sebesar Rp20.298,96 miliar.
Untuk dua satuan kerja BLU, Rumkit Bhayangkara Kediri dan Rumkit Bhayangkara Nganjuk memberi andil terhadap PNBP sebesar Rp232,04 miliar, tumbuh negatif sebesar 0,44% dari tahun yang lalu, sedangkan sisi belanja mencatatkan pertumbuhan positif 1,21%, namun total PNBP yang sumbangan terbesar dari PNBP lainnya menunjukkan pertumbuhan positif 0,30% (Rp501,58 miliar).
Sementara itu, untuk sektor belanja APBN Kediri Raya pada pertengahan Triwulan IV 2024 tumbuh positif sebesar 7,45%, baik belanja Pemerintah Pusat maupun Transfer ke Daerah, keduanya tumbuh positif, masing-masing sebesar 12,36% dan 5,95%, dengan nilai total sebesar Rp8,574,7 miliar atau sebesar 93,08%, masih di atas rata-rata nasional (87,0%).
Belanja Pegawai yang sudah terencana setiap bulan membukukan realisasi sebesar 98,41% dari pagu atau sebesar Rp1.088,70 miliar. Belanja Barang telah realisasi sebesar Rp912,79 miliar atau sebesar 80,64% dan Belanja Modal sebesar Rp73,23 miliar atau sebesar 74,93%.
Sedangkan Belanja Bantuan Sosial yang telah terjadwal per triwulan membukukan realisasi sebesar 100% atau sebesar Rp18,09 miliar.
Dari sisi wilayah, Kab. Kediri menyerap dana sebesar Rp2.716,91 miliar, Kab. Nganjuk sebesar Rp2.426,25 miliar dan Kab. Trenggalek sebesar Rp1.709,25 miliar serta Kota Kediri sebesar Rp1.722,24 miliar.
“Pertengahan Triwulan IV 2024, kinerja APBN Kediri Raya menunjukkan catatan baik, meski penerimaan tumbuh negatif, namun realisasi belanja di atas rerata capaian nasional,” jelas Kepala KPPN Kediri Moch Izma Nur Choironi, melalui Kepala Seksi Bank Yudi Santoso, Selasa (24/12/2024).tam



