Begini Cara Langgeng Semi Maksimalkan Tanaman Hidroponik di Lahan Sempit

satuwarta.id – CV Langgeng Semi, salah satu perusahaan yang menggeluti berbagai tanaman hidroponik dengan menggunakan konsep green house sebagai ciri khasnya.
Salah satu Pendamping dan Konsultan Langgeng Semi bernama Sabari mengatakan, penerapan sistem green house seperti tanaman melon berjenis golden inthanon itu disinyalir menyesuaikan modernisasi dalam bidang pertanian yang dinilai lebih efektif meski berada di lahan terbatas.
Selain lebih cepat dipanen, keberadaan green house itu dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar. Mengingat kini banyak generasi muda yang mencoba menjajaki bidang pertanian.
“Karena salah satu tujuan utama kami juga untuk edukasi. Misalkan ingin belajar sewaktu kita bertanam, bisa bergabung untuk sarana belajar,” kata Sabari, di Taman Kleco Pesantren Kota Kediri.
Seperti diketahui, green house tersebut menerapkan penyiraman sistem drip (tetesan air). Sabari menjelaskan bahwa sistem tetes lebih mudah dalam mengendalikan hama.
Terkait volume air tanaman melon, Sabari menyebutkan penggunaannya hanya sebesar 250 mililiter dalam sehari (per polybag). Namun, jika kebutuhan semakin naik perkiraan puncak volume dapat mencapai 2,5 liter.
“Kita lihat kondisi. Semakin pohon berukuran besar, maka semakin naik kebutuhan airnya. Jadi lebih mudah untuk dikendalikan hamanya. Kalau lainnya kan pakai pipa,” imbuhnya.
Kemudian, pemakaian pupuk juga mendapat perhatian khusus. Melalui analisa cara kerja fotosintesis, dapat dibuktikan jangka waktu panen yang relatif lebih cepat. Rata-rata tanaman dapat dipanen 70 hari pasca penanaman.
“Kita sudah analisa pagi sampai siang pukul 12.00 WIB. Dampaknya lebih cepat karena faktor fotosintesis yang dipengaruhi oleh cahaya matahari,” jelasnya.
Meski terdapat kelebihan, Sabari mengaku setiap polybag harus mendapat ketelitian ekstra terkait keberadaan hama. Terlebih saat musim penghujan yang mana harus menyiapkan peralatan khusus.
“Harus betul-betul disiplin dan penyemprotan sterilisasi tanpa menggunakan fungisida. Karena jangan sampai kemasukan hama,” pungkasnya.ind



