NASIONALNews FeedPOLITIK

Usai Debat Capres, Prabowo-Gibran Makin Populer

satuwarta.id – Pasca debat calon presiden, nama pasangan calon Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka menempati posisi teratas daftar Paslon terpopuler versi Lembaga pengkajian strategis dan lembaga swadaya masyarakat Centre For Strategic and International Studies (CSIS).

Menurut survei CSIS periode Desember 2023 pasca debat calon presiden digelar, nama paslon Prabowo-Gibran mendapat dukungan 43,7 persen dari seluruh provinsi di Indonesia. Disusul Anies-Muhaimin 26,1 persen, dan Ganjar-Mahfud 19,4 persen. Sedangkan penilaian publik terhadap debat cawapres menempatkan Gibran dan Mahfud MD yang sukses dan menguasai materi.

Sementara tingkat elektabilitas berdasarkan zona, Prabowo-Gibran unggul di Sumatera (36,5 persen), Jakarta & Banten (35,2 persen), Jawa Barat (50,9 persen), Jawa Timur (52 persen), Bali & Nusra (45,7 persen), Kalimantan (41,3 persen), Sulawesi & Gorontalo (50 persen), serta Maluku Papua (57,5 persen).

Namun demikian pasangan ini kalah di Jawa Tengah dan Yogyakarta (36,5 persen). Sedangkan Ganjar-Mahfud unggul di Jawa Tengah & Yogyakarta (43,5 persen). Pasangan Anies-Imin hanya unggul di Jakarta & Banten dengan persentase sama dengan Prabowo-Gibran (35.2 persen).

Direktur Eksekutif CSIS Dr. Yose Rizal Damuri mengatakan Prabowo Subianto juga menempati posisi teratas sebagai capres paling populer dengan angka 97,2 persen. Sedangkan capres dengan popularitas terendah disematkan kepada Ganjar Pranowo dengan angka 91,1 persen.

Yose Rizal menambahkan, survei tersebut juga merekam alasan masyarakat memilih calon presiden dengan pertimbangan jujur atau tidak korupsi, merakyat, dan tegas atau berwibawa.

“Mayoritas pemilih menginginkan capres berlatar belakang militer yang dinilai mampu bersikap tegas,” katanya.

Ia menambahkan, dari ketiga pasangan yang ada, Prabowo – Gibran adalah satu-satunya capres dan cawapres yang belum pernah disebut dalam sidang korupsi. Demikian pula Mahfud MD. Sedangkan Ganjar Pranowo pernah disebut dalam sidang korupsi E-KTP. Demikian pula Muhaimin Iskandar dalam kasus sidang korupsi “kardus durian” di sidang tipikor Menakertrans pada tahun 2011.

Selain capres, lembaga yang berkantor pusat di Amerika Serikat, dan didukung beberapa tokoh politik seperti Sofyan Wanandi, Mari Elka Pangestu, J Kristiadi (Sekretaris Yayasan CSIS saat ini), Ria Moerdani (anak Jend. LB Moerdani) dan Kusnanto Anggoro (saat ini menjadi Dewan Analis Strategis Badan Intelijen Negara) juga merilis tingkat kepercayaan publik pada institusi negara.

Lembaga negara yang mendapat tingkat kepercayaan tertinggi adalah Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebesar 91,2 persen, dan lembaga negara yang memperoleh tingkat kepercayaan terendah adalah Dewan Perwakilan Rakyat (56,2 persen).

Untuk elektabilitas partai politik, Partai Gerindra melesat 14,6 persen, Golkar (11,9 persen) dan PKS (11,8 persen). Sedangkan PDIP meski masih mencapai yang tertinggi yakin 16,4 persen, pada dasarnya turun dari survey pemilu sebelumnya (2014 dan 2019).

Survei CSIS ini dilakukan pada 27/12/2023 dengan periode survei pada 13-18 Desember 2023 dan analisa pada 24-25 Desember 2023 dengan populasi tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error survei sebesar +/- 2,7% pasca debat calon presiden. tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close