PKL Alun-Alun Keluhkan Penurunan Omzet Selama di Tempat Sementara

satuwarta.id – Terhentinya proyek pembangunan Alun-Alun Kota Kediri kian berbuntut panjang. Salah satunya bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya direlokasi.
Seperti diketahui, kabar pemutusan kontrak rekanan penggarap alun-alun membuat paguyuban PKL mengadakan pertemuan dialog yang diikuti oleh 97 pedagang, Rabu (6/12/2023) malam.
Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Kota Kediri Bagiyo menuturkan, kabar pemutusan kontrak itu kini semakin memprihatinkan keberadaan PKL
Hal itu dirasakan oleh mayoritas pedagang yang mana terjadi penurunan omzet selama 7 bulan terakhir.
“Sampai sekarang saja modal tidak bisa kembali. Setiap hari pengunjung sepi sekali,” kata Bagiyo, saat acara berlangsung.
Upaya dalam meningkatkan minat konsumen pun telah dilakukan oleh paguyuban. Seperti halnya membuat hiburan elekton di sekitar area relokasi. Nyatanya, upaya itu tak membuat pengunjung tertarik.
Oleh karenanya, Bagiyo tetap optimis pembangunan Alun-Alun dapat terselesaikan dengan cepat.
“Kalau kita di sini terus mau jadi apa. Harapannya dapat diselesaikan secepat mungkin,” ujar Bagiyo.
Sementara, Samik (Pedagang Soto), juga menyampaikan keluh kesah. Pihaknya menyayangkan penghentian proyek yang akhirnya juga berdampak bagi pedagang. Otomatis mereka harus berjualan di tempat relokasi lebih lama lagi.
Hal serupa pun juga sama diungkapkan oleh Samik, bahwa pembangunan alun-alun diharapkan dapat dilanjutkan dalam waktu dekat.
“Saya tetap berharapnya alun-alun bisa diselesaikan secepat mungkin,” ujarnya di depan rekan sesama pedagang.ind



