
satuwarta.id – Sebagai langkah kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi di pusat perbelanjaan, BPBD Kota Kediri melakukan simulasi tanggap darurat bencana alam gempa bumi di Kediri Town Square.
Dalam simulasi tersebut, melibatkan berbagai unsur mulai dari pihak Kediri Town Square, TNI, Polri, Damkar, PMI, Puskesmas dan Rumah Sakit, komunitas/Ormas, relawan, serta beberapa OPD dilingkungan Pemkot Kediri.
Kalaksa BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh menuturkan simulasi ini menjadi yang pertama kali dilakukan di pusat perbelanjaan yang ada di Jawa Timur, terlebih Kota Kediri. Hal itu mengingat pusat perbelanjaan menjadi tempat aktivitas banyak orang. Terlebih, gempa bumi menjadi bencana yang sulit diprediksi.
Menurutnya, simulasi itu bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pusat belanja dalam kegiatan tanggap bencana. Seperti halnya saat terjadi keadaan darurat, pihak mall dapat melakukan penanganan darurat secara mandiri sembari menunggu Tim BPBD Kota Kediri mengevakuasi.
“Dalam simulasi setidaknya 10 adegan diperagakan, mulai dari evakuasi pertama, evakuasi korban yang terjebak di ketinggian hingga penyelematan korban di lift,” ujarnya.
Kemudian, Indun menambahkan, pihaknya juga merekomendasikan peralatan tanggap darurat agar dilengkapi. Oleh karena itu, simulasi yang melibatkan sekitar 1000 orang itu diharapkan dapat meminimalisir korban saat terjadi bencana.
“Kita sudah meminta ke tim fasilitator untuk memberikan rekomendasi ke pihak mall beberapa fasilitas yang harus dilengkapi agar penanganan tanggap darurat bisa dilakukan, ” tambahnya.
Sementara itu, Manager Kediri Town Square Aan Tri Ayuni mengaku merasa terbantu dengan adanya simulasi tersebut. Menurutnya, hal itu sangat bermanfaat bagi seluruh komponen, baik bagi tim mall maupun masyarakat.
“Ini sangat bermanfaat bagi tim kami. Kita memang tidak ingin terjadinya bencana. Tapi setidaknya tim kami sudah sigap dan siap saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” jelasnya.ind



