Atasi Kekeringan, Pemkab Kediri Dropping Puluhan Ribu Liter Air Bersih Setiap Hari

satuwarta.id – Adanya sumber air yang mengering akibat pengaruh kemarau panjang, Pemkab Kediri bergerak cepat lakukan distribusi air bersih di Desa Ponggok, Kecamatan Mojo.
Upaya tersebut dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri dan juga dibantu oleh Pemdes Ponggok, TSBD Ponggok, Baznas, LPBI-NU, Muhammadiyah, Banser, Tantular, serta beberapa relawan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno menyampaikan kekeringan itu terjadi karena pengaruh yang kompleks. Mulai dari perubahan iklim, musim kemarau panjang, serta kurangnya daerah resapan air. Akibatnya, terdapat sumber mata air yang mengalami kekeringan.
Dampak tersebut kini melanda Desa Ponggok hingga kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya, mayoritas warganya masih mengandalkan sumber air dari sumur untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sumber air mengecil, tepatnya Dusun Ponggok dan Dusun Baran. Setiap hari kita pasok 32.000 liter (air bersih),” kata Kalaksa yang akrab disapa Djoko, Rabu (8/11/2023).
Pihaknya menyebut, terhitung sejak 17 Oktober rutin mengirim air bersih berjumlah delapan truk dalam sehari. Distribusi tersebut ditujukan untuk warga Dusun Ponggok yang memiliki 336 Kartu Keluarga (KK) dan Dusun Baran 138 KK, dengan total penduduk 1.158 jiwa.
Diungkapkan Djoko, bantuan air bersih tersebut digunakan untuk keperluan warga sehari-hari. Bahkan, juga kebutuhan hewan ternak.
Meski rutin dilakukan distribusi, Djoko tetap berpesan agar menggunakan air secukupnya. Penghematan itu bertujuan untuk antisipasi kekeringan yang kemudian dapat berakibat kebakaran. Kemudian, seluruh warga diminta meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghijauan.
“Gunakan sesuai kebutuhan. Karena sekarang masih sering terjadi kebakaran. Warga harus waspada, jangan sampai lalai,” terangnya.
Selain itu, Djoko berupaya mencari alternatif lain untuk mengatasi kekeringan. Salah satunya memanfaatkan keberadaan tiga sumber air di Desa Petungroto. Namun, dari ketiga itu hanya satu sumber yang saat ini dapat difungsikan.
Oleh karena itu, pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kediri untuk pengadaan saluran pipa ke Desa Ponggok.
“Dua sumber kondisinya sudah kering, satu lagi masih dapat berfungsi. Kita terus upayakan, ini masih proses pengadaan,” tandasnya.ind



