Arakan Belasan Tumpeng Nanas Meriahkan Pineapple Festival

satuwarta.id – Hari kedua Pineapple Festival berlangsung meriah. Minggu pagi (7/5/2023), mengawali gelaran pawai 13 tumpeng nanas diarak mulai Balai Desa Sugihwaras sampai ke lokasi rest area. Ketiga belas tumpeng nanas tersebut berasal dari desa di lereng gunung Kelud yang merupakan sentra penghasil buah nanas.
Arakan tumpeng nanas memang unik, ada yang berbentuk buah nanas raksasa, miniatur Simpang Lima Gumul ada pula yang menyerupai kambing etawa serta masih banyak lagi.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Mohammad Solikin menuturkan kegiatan ini mengoptimalkan sekaligus menggali potensi nanas Kabupaten Kediri semakin dikenal dan menjadi ikon wisata di Gunung Kelud.
“Ini merupakan tugas kita bersama. Mulai dari petani, para pelaku usaha dan semua stakeholder bekerjasama berkolaborasi mulai merangkai kegiatan seperti ini dan ini menjadi kegiatan tahunan,” pintanya.
Solikin menambahkan, dengan kegiatan seperti ini, bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat, sehingga nanas yang menjadi produk unggulan semakin bagus dan berkembang.
“Dari kegiatan ini pula, muncul inovasi produk olahan berbahan baku nanas yang dapat diterima oleh konsumen sehingga laku dipasaran,” tambahnya.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo menjelaskan, pada gelaran Pineapple Festival Tahun ini kita juga mengadakan berbagai macam lomba seperti cooking class, carving Nanas, lomba kupas dll.
“Tujuannya adalah untuk menggali potensi dari 4 kecamatan yang menjadi sentra nanas, yaitu Puncu, Plosoklaten, Wates dan Ngancar,” tuturnya.
Disampaikan oleh Anang, sesuai arahan Bupati Kediri, dengan segera beroprasinya bandara, Kabupaten Kediri harus memperkuat dari sisi hilirisasi dan industri.
“Alhamdulillah, dapat kita saksikan bersama dari 17 stand yang kita tampilkan pada kegiatan ini muncul beberapa potensi yang dapat kita kembangkan bersama, dari buah nanas dapat diolah menjadi minuman, pie nanas, bolu nanas dan kerajinan dari serat nanas,” tambahnya.
Sampai pada sesi acara grebek nanas, masyarakat sudah berkumpul menunggu untuk mendapatkan nanas secara gratis. Tak butuh waktu lama ribuan nanas habis dibawa pulang oleh pengunjung. tam



