News Feed

Peduli Masalah Sampah, Bisa Dimulai Dari Kebiasaan Harian

satuwarta.id – Dengan sampah yang masuk di TPA Kota Kediri setiap harinya sebanyak 140 ton, peran serta masyarakat tak terpisahkan dalam pengurangan produksi sampah.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan Pemerintah Kota Kediri akan terus mengajak masyarakat mengampanyekan untuk mengurangi sampah plastik. Selain itu juga perlu dukungan dari mall dan retail yang ada di kota Kediri.

“Nanti saya akan buat surat untuk pusat-pusat perbelanjaan agar mereka tidak menggunakan tas plastik. Apalagi saat ini ada yang berbahaya yakni sampah micro plastic. Kalau kita konsisten, kita bisa menurunkan sekitar 20 persen sampah yang dibawa ke TPA,” ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Selasa, 21 Maret 2023 di BTN Rejomulyo.

Sementara itu Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar turut berbagi kiat untuk mengurangi produksi sampah plastik. Dimana hal itu dapat dimulai dari kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.

“Apa yang saya lakukan ini bisa dimulai secara pribadi tanpa melibatkan orang lain. Prinsip mengurangi sampah harus berangkat dari diri sendiri. Kalau kita punya kemauan pasti segala hal akan menerapkan prinsip tersebut,” ujarnya.

Bunda Fey-sapaan akrabnya – menceritakan langkah pertamanya untuk mengurangi produksi sampah plastik dimulai pada tahun 2016. Dimana saat itu, Bunda Fey sudah tidak lagi menggunakan pembalut sekali pakai. Yakni beralih dengan menggunakan menspad ketika mestruasi. Kemudian untuk anak-anak balita minim menggunakan diapers namun menggunakan popok kain.

Hal semacam ini harus dimulai sebab sampah dari pembalut ataupun pampers sekali pakai efeknya sangat buruk bagi lingkungan.

“Hal-hal kecil seperti itu lah yang sebetulnya kita perlukan. Saya sudah berhasil menerapkannya dan saya harap masyarakat juga bisa menerapkannya. Karena kondisi lingkungan kita ini sudah semakin parah maka kita harus masif mengurangi sampah,” ungkapnya.

Istri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ini menambahkan hal lain yang sudah dilakukannya adalah membawa tumbler minuman, tidak menggunakan sedotan plastik, dan tidak menggunakan kantung kresek sekali pakai saat berbelanja.

“Kalau kita sudah terbiasa kita akan temukan kepuasan ketika kita minim atau bahkan tidak sama sekali memproduksi sampah. Kita harus mulai kurangi sampah karena tidak ada kota yang ingin TPA-nya bertambah dan bertambah,” imbuhnya.

Selain itu, tidak boleh ada lagi masyarakat yang membuang sampah di sungai. Sebab sampah yang dibuang ke sungai ini dapat menyumbat. Kemudian di tingkat rumah tangga sudah dimulai untuk memilah sampah.

Sementara itu, peran serta masyarakat, salah satunya melalui bank sampah menurut Imam Wihdan Sargasi dari Sagara Hijau Indonesia bisa ditingkatkan kemampuannya dengan keterlibatan pihak swasta sebagai investor, melalui mesin pengolah sampah.

“Dengan penambahan mesin mekanis, kemampuan penyelesaian sampah juga meningkat,” tukasnya.

Wali Kota Kediri juga menambahkan bahwa kader bank sampah di Kota Kediri telah diikut sertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan. Keikutsertaan kader bank sampah dimulai tahun ini.

” Pekerjaannya juga mengandung risiko apabila terjadi sesuatu di kemudian hari ini bisa menjamin. Jadi ada benefit lebih apabila menjadi kader bank sampah,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, Wali Kota Kediri juga melakukan pemasangan casing biopori. Lalu juga diserahkan penghargaan kepada Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional yang diraih SDN Betet III, penyerahan 20 tempat sampah untuk Perum BTN Rejomulyo guna mendukung kampung proklim, penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada kader bank sampah, serta penyerahan santunan JKM dan JHT. tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close