Ingatkan Masyarakat Waspada Kebakaran, Kenalkan Nomor Darurat Damkar

satuwarta.id – Bahaya bencana kebakaran sering terjadi karena kelalaian. Untuk mencegah kejadian kebakaran terjadi lebih besar, masyarakat diminta selalu waspada dan lebih perhatian ketika menyalakan api.
Dalam sejumlah kejadian, tak jarang terjadi kebakaran karena pemilik rumah lupa menyalakan kompor dan meninggalkan rumah tanpa mematikan. Untuk membantu masyarakat dalam penanggulangan bencana sendiri, Pemadam Kebakaran Kota Kediri punya nomor darurat yang bisa dihubungi yakni 0354 133.
Nomor darurat ini perlu diketahui masyarakat, dengan tujuan ketika terjadi bencana kebakaran, petugas pemadam kebakaran bisa segera melakukan penanganan.
“Penting sekali karena masyarakat juga belum paham terkait penanggulangan bahaya kebakaran. (Nomor darurat) harus sering disosialisasikan dan disampaikan kepada masyarakat. Agar masyarakat makin mengenal, dan bisa menghubungi ketika keadaan darurat. Sehingga bantuan segera datang,” ujar anggota DPRD Kota Kediri M Yasin, Minggu, (14/03/2023) usai pengenalan produk hukum bersama Satpol PP Kota Kediri.
Seperti diketahui saat ini Unit Pemadam Kebakaran berada di bawah naungan Satpol PP Kota Kediri. Kepala Satpol PP Eko Lukmono mengungkapkan nomor darurat tersebut bisa dihubungi sewaktu-waktu ketika terjadi kejadian darurat. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa mematikan kompor atau selalu waspada ketika menyalakan api, baik di dalam atau luar rumah. “Saat kondisi penting dan darurat, kita kenalkan nomor yang bisa dihubungi ini, “ujar Eko Lukmono.
Diikuti kurang lebih 200 orang di lingkungan kelurahan Ngampel, sosialisasi ini mendapat respon positif dari masyarakat. Salah satu waga mengungkapkan hal tersebut menjadi peringatan bagi kaum ibu untuk tidak lupa mematikan ketika menyalakan kompor. “Sangat bermanfaat sekali. Saya juga terkadang lupa mematikan kompor, ” ujar Sri Widiati.
Dalam kesempatan itu, M Yasin juga mengajak warga untuk berdiskusi, terkait sejumlah permasalahan yang ada di lingkungan seperti, salah satunya seperti masalah genangan air yang sering muncul saat hujan. “Karena masyarakat kadang takut untuk menyampaikan, jadi kita yang mendekati untuk mendengarkan keluhan mereka, ” tambah M Yasin lagi. tam



